BERITA UTAMAKRIMINALITAS

Pembatasan Organ Tunggal di Pagaralam, Persempit Peredaran Narkoba

Sibernas.com, Palembang-Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam mengeluarkan kebijakan larangan hiburan Orgen Tunggal (OT) pada malam hari. Hiburan OT hanya diperbolehkan pada siang hari, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Kebijakan ini merupakan penegasan dari Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 tahun 2016, tentang penyelenggaraan perayaan yang menggunakan alat musik elektronik.

Dukungan juga diberikan Anggota DPRD Sumsel Alfrenzi Panggarbesi, terhadap kebijakan Bupati Lahat Cik Ujang dan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, yang telah menerbitkan aturan pembatasan hiburan organ tunggal pada malam hari. Kebijakan tersebut sudah sangat tepat dalam rangka mencegah tindakan kriminal dan asusila yang sudah meresahkan masyarakat.

“Tentu kebijakan Pak Bupati Lahat dan Pak Walikota Pagaralam ini patut kita dukung penuh. Kebijakan ini sudah sangat tepat,” tegas Alfrenzi Panggarbesi kepada awak media di kantor DPRD Sumsel , Rabu (29/10/2019).

Menurut Alfrenzi, komitmen pemerintah pusat untuk memerangi peredaran Narkoba perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk aparatur pemerintah daerah. Upaya penindakan yang dilakukan aparat Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN)harus didukung oleh upaya upaya pencegahan melalui regulasi yang mempersempit dan menutup ruang ruang tempat yang disinyalir menjadi sarang peredaran Narkoba, termasuk tempat tempat hiburan malam.

Lihat Juga :  Kas Hartadi atau Budiarjo Thalib, SFC Gelar Uji Kelayakan

“Perda dan peraturan kepala daerah yang bertujuan mencegah peredaran narkoba ini pasti akan didukung masyarakat” ujar anggota dewan dari Partai Hanura ini.

Mantan wartawan senior ini mengungkapkan, peredaran Narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Mengingat sudah menyasar ke sekolah sekolah dan madrasah dan juga sudah sampai ke pelosok desa. Sehingga dibutuhkan komitmen bersama semua pihak, pemerintah, Polri, tokoh masyarakat, alim ulama dan semua pihak untuk memerangi peredaran miras dan Narkoba ini.

“Selain itu, Perda tersebut harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga peraturan yang bertujuan melindungi masyarakat tersebut dapat dipahami dan didukung semua pihak,” tutup dia..

Untuk diketahui, larangan OT beroperasi di malam hari diambil Pemkot Pagaralam, setelah sebelumnya dua kali melaksanakan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengusaha bisnis OT. Larangan hiburan OT pada malam hari tersebut, berdasarkan hasil rapat yang diadakan di ruang rapat Besemah I Setdako Pagaralam, Selasa (17/9/2019).

Rapat yang dipimpin Walikota Alpian Maskoni ini, dihadiri Wakil Walikota Muhammad Fadli, Kapolres AKBP Tri Saksono Puspo Aji, SIK, Pabung 0405 wilayah Pagaralam, Wakil Ketua DPRD, Pj Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Camat, Ketua MUI, Ketua Baznas Pagaralam, FKUB, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Lihat Juga :  Pemkot Tak Punya Duit, Tugu Belido Senilai Rp3,4 Miliar Terbengkalai

Walikota Alpian Maskoni menjelaskan, kebijakan ini dalam rangka mendukung program Polres dan BNN, untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba dan menekan tingkat kriminalitas di Kota Pagaralam. Upaya ini dilakukan untuk mencegah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengedarkan Narkoba atau melakukan tindakan kriminal, pada saat hiburan OT malam hari berlangsung.

Walikota melanjutkan, untuk tahap awal, kebijakan ini sementara waktu akan dituangkan dalam Perwako. Ke depan untuk lebih mendetail tentang kebijakan larangan hiburan OT pada malam hari, akan dibuat menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Setelah Perwako ini ditandatangani, Walikota meminta semua pihak mesosialisasikan kepada masyarakat Kota Pagaralam, terkait larangan hiburan malam OT pada malam hari.

“Untuk diketahui semua pihak, kita tidak bermaksud menutup bisnis para pengusaha OT, namun kita hanya mengatur waktu pelaksanaan OT, agar tidak dilaksanakan pada malam hari,” tegas Alpian.

Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close