KRIMINALITAS

Siram Air Keras ke Wajah Tetangganya, Residivis Kasus Pembunuhan ini Ditangkap

SIBERNAS. com,  Palembang  – Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang meringkus Gusti Purwandi alias Andi (31) warga Jalan Faqih Usman, Lorong Saudagar Yu Cin, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1. Andi diduga melakukan penyiraman air keras kepada tetangganya bernama Romli (56).

“Pelaku ini menyiram air keras ke tetangganya dengan cara mendorong gerobak minyak lampu dan mengenai wajah korban pada hari Selasa sekitar Pukul 07.00 WIB,” kata Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Ginting, Senin (28/10/2019).

Ia menerangkan tersangka ditangkap tanpa adanya perlawanan dan anggota langsung membawa tersangka ke Polresta Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lihat Juga :  Diminta Siapkan Surat Cerai, Selingkuhan Kirim Video Tanpa Busana Bersama sang Istri

Menurut keterangan yang diperoleh, saat melancarkan aksinya, tersangka mengendarai sepeda motor lalu memepet korban, kemudian menyiram air keras ke wajah korban.

Setelah itu tersangka langsung kabur meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP)

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar di bagian wajah sebelah kanan,” jelas Ginting.

Tersangka yang merupakan residivis kasus pembunuhan itu dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan.

“Tersangka masih kita amankan. Sementara untuk putra Romli yang telah menusuk tersangka, tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Andi saat ditemui mengaku perbuatan itu dilakukan karena ia dendam setelah dianiaya oleh putra Romli yang saat ini melarikan diri.

Meski telah membuat laporan penganiayaan yang dialaminya, Andi melampiaskan kemarahannya pada Romli.

“Saya kesal karena putranya menusuk saya di bagian punggung sebanyak dua kali. Saya akui saya salah menusuk Romli (ayah pelaku penusukan),” kata Andi saat diamankan di Mapolresta Palembang.

Tentu saja alasan Andi tidak dibenarkan meski sebelumnya ia menjadi korban penusukan.

Reporter : Deni Wahyudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.