PALEMBANG

Kebakaran Hebat Landa Puluhan Rumah di Tangga Buntung Palembang Turut Hanguskan Kontrakan Orangtua Kapolri

 SIBERNAS.com,  Palembang – Kebakaran kembali terjadi di Kota Palembang, kali ini si jago merah berkobar di kawasan padat penduduk Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Selasa (15/10/2019).

Karena di kawasan tersebut kebanyakan rumah berbahan kayu membuat api cepat berkobar, bahkan menghangkan puluhan rumah di tiga lorong yang bersebelahan, yakni di Lorong Hidayah, Lorong Tepian Musi dan Lorong Ki Agus Husein.

Dalam Periatiwa kebakaran tersebut ikut hanguskan bedeng ( kotrakan)  milik orang tua kapolri

Rizal (54 tahun), asisten Andi bapaknya Kapolri mengungkapkan, ada tujuh pintu kontrakan milik orangtua Kapolri yang ikut terbakar.

“Kalau bedeng (kontrakan) bapak ada tujuh pintu yang terbakar. Tetapi untuk masalah terbakarnya, aku tidak tahu penyebabnya,” ujarnya saat ditemui.

Menurut Rizal, bila kebakaran ini terjadi empat lorong di dua RT yakni RT 6 dan RT 8.

“Memang mobil damkar masuk susah, karena akses jalan yang kecil. Kalau di RT 6 ini, Lebih kurang ada 50 rumah yang terbakar ,” ujarnya.

Lihat Juga :  20 Tahun Mega Wisata, Selalu Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

https://www.facebook.com/100025689003451/posts/489165948616368/?app=fbl

Maimunah, salah satu korban yang rumahnya juga terbakar menjelaskan, saat kebakaran terjadi ia bersama suami dan anak bungsunya sedang berada di dalam rumah.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan banyak orang yang awalnya dikira Maimunah ada orang yang berkelahi di sekitar rumahnya. “Waktu saya buka jendela, tiba-tiba lihat api sudah tinggi, mengepul dan asap hitam. Disitu saya panik dan ikut teriak,” ujarnya.

Dengan cepat, Maimunah langsung membangunkan suami dan anaknya yang tengah tertidur pulas. Kemudian mereka bergegas  meninggalkan rumah dan hanya ingat untuk membawa sebuah koper kecil berisi ijazah.

“Tapi barang-barang lain seperti uang, baju sekolah, buku-buku tidak ada yang bisa diselamatkan. Saya bingung mau bagaimana. Kartu KIS, bahkan surat tanah juga hangus terbakar,” terang Maimunah.

Lihat Juga :  APBD Tak Cukup Perbaiki 20 Halte, Pemkot Andalkan CSR

Eli (50), tetangganya yang juga turut menjadi korban kebakaran terlihat banyak diam sembari terduduk lesu dengan tatapan mata kosong. “Tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Surat-surat penting, baju sekolah anak, semuanya habis,” ujar Eli sambil menangis.

Saat kebakaran menghanguskan rumahnya, Eli tengah bekerja di rumah salah seorang warga yang tak jauh dari rumahnya. Betapa terkejutnya Eli saat mendapat kabar bahwa kebakaran hebat telah menghanguskan rumahnya. “Kebakarannya sekitar jam 13.30. Saya dapat kabar, langsung lari ke rumah. Sampai disana, semuanya sudah habis,” tutur Eli.

Kepanikan juga terlihat di sekitar lokasi kejadian. Belum juga diketahui pasti berapa jumlah rumah warga yang hangus dilalap si jago merah. Sedangkan, warga-warga yang rumahnya hangus terbakar terlihat pasrah dan hanya bisa menatap dari jauh puing-puing rumahnya yang sudah hangus terbakar tanpa bisa melakukan apa-apa

Editor : Handoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.