INTERNATIONAL

2035, Airbus Luncurkan Pesawat Tanpa Pilot

SIBERNAS.com, Jakarta – Chief Commercial Officer Airbus Christian Scherer mengatakan perusahaannya sudah memiliki teknologi untuk menerbangkan peswat tanpa pilot sama sekali. Perusahaannya kini juga sedang berupaya untuk memikat regulator dan calon penumpang akan ide tersebut.

Dalam sebuah wawancara  Airbus berharap dapat menjual pesawat listrik atau hybrid sekitar tahun 2035.
Meskipun perusahaan itu masih jauh dari siap untuk meluncurkan jet jumbo yang dioperasikan dengan baterai, Scherer mengatakan Airbus sudah memiliki “teknologi untuk terbang otonom” dan untuk pesawat yang diterbangkan oleh hanya satu pilot.

“Ini bukan masalah teknologi, ini masalah interaksi dengan regulator, persepsi di masyarakat yang suka bepergian,” katanya.  “Kapan kami bisa memperkenalkan hal ini pada pesawat komersial besar? Itu adalah masalah yang kita bicarakan dengan regulator dan pelanggan, tetapi dari sisi teknologi, kami tidak melihat adanya rintangan,” lanjutnya, dilansir dari The Star.

Beberapa pabrikan menghadirkan pesawat tak berawak di Paris Air Show, terutama untuk keperluan militer, dan beberapa juga mengusulkan “taksi udara” tanpa pilot di masa depan. Ketika berbicara soal jet otonom, keselamatan adalah masalah yang penting.

Ini adalah masalah yang banyak dipikirkan setelah dua kecelakaan mematikan yang menimpa pesawat Boeing 737 Max yang melibatkan perangkat lunak anti-macet yang bermasalah.

Scherer mengatakan kecelakaan itu “menyoroti dan menggarisbawahi perlunya keamanan mutlak, tanpa kompromi dalam industri ini, apakah dari Airbus, Boeing, atau pesawat lain.”

Airbus mengumumkan beberapa pesanan ketika Paris Air Show dimulai, Senin, sementara Boeing belum mendapatkan pesanan satupun karena berusaha untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari pelanggan.

Scherer memperkirakan akan ada pertumbuhan berkelanjutan dalam industri penerbangan beberapa tahun ke depan. Ia memprediksi dunia akan membutuhkan setidaknya 37.000 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan, terutama di Asia, dan pada akhirnya seluruh industri akan berhenti menciptakan emisi dan “menghilangkan karbon”.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close