NASIONAL

Arena Judi di Apartemen Robinson Digerebek Polisi, Satu Orang Tewas Lompat dari Lantai 29

SIBERNAS.com, Jakarta —  Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus perjudian di lantai 29 apartemen Robinson, Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara.

Petugas sebelumnya menggerebek tempat yang dijadikan ajang perjudian pada Minggu (6/10) sekitar pukul 18:30 WIB.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono didampingi Kasubdit Jatanras, AKBP Jerry Siagian mengatakan, berawal dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan perjudian di wilayah apartemen Robinson.

“Awalnya anggota dari Subdit Jatanras menerima laporan dari masyarakat bahwa di apartemen telah dilakukan kegiatan perjudian di ruangan lantai 29,” ujar Argo Yuwono saat konferensi pers, Selasa (8/10).

Argo melanjutkan, penangkapan tersangka perjudian di apartemen Robinson pada Minggu malam mengamankan tersangka yang sedang bermain judi.

“Tim dari Jatanras naik ke lantai 29, saat penangkapan para pemain dan karyawan sedang melakukan kegiatan dan ada yang sedang ikut menonton,” bebernya.

Petugas mengamankan 133 orang dan menetapkan 91 orang sebagai tersangka dan sisanya ditetapkan sebagai saksi.

“Dari 133 orang yang ditangkap, petugas menetapkan 91orang sebagai tersangka , 42 sebagai penyelenggara, 49 pemain dan sisanya 42 orang ditetapkan sebagai saksi,” ucap Argo dikutip dari akuratnews.com

Lihat Juga :  Bank BRI Beri Tunjangan Kabut Asap Pada Pegawainya

Ia menjelaskan permainan judi ini memiliki empat arena dan ruangan di atas sebagai ruangan VIP .

“Ada empat perjudian yang ada di ruangan lantai 29. Pertama judi roulette, judi pakiu, judi tasio dan baccarat serta ada ruangan khusus kelas VIP di lantai atas untuk kalangan menengah ke atas,” ujarnya.

Argo menjelaskan lagi, arena perjudian memiliki pengelola yang bertanggung jawab.

“Ada yang sebagai pengelola, ada yang bertanggung jawab permainan disini (apartemen RBS 29), ada yang bertindak sebagai kasir dan ada yang mencatatnya,” ucapnya.

Argo menjelaskan kasus perjudian ini sudah terprogram dengan rapi dan beromset Rp700 juta per hari.

“Dari keterangan tersangka mereka sudah tiga hari beroperasi. Setiap harinya omset keuntungan sekitar Rp700 juta per hari. Dan kami (penyidik) masih melakukan pengejaran terhadap 7 orang DPO yang diduga sebagai otak pelaku dan yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Saat penggerebekan, ada satu tersangka yang nekat loncat dari lantai 29.

Lihat Juga :  OTT Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, KPK Amankan 7 Orang

“Tersangka panik kemudian loncat dari atas, jatuh ke bawah, dan kita temukan meninggal di tempat. Sudah kita urus. Inisialnya nanti,” ujarnya.

Dari keterangan tersangka, karyawan yang bekerja di arena judi mereka mengaku mendapatkan uang sebesar Rp150 sampai Rp250 ribu per hari.

“Untuk pemeran utama tidak kami temukan di sini (apartemen RBS 29) dan kami tetapkan sebagai DPO ,” ucap Argo.

Dari hasil pemeriksaan dan penyidikan para tersangka menyiapkan arena judi sejak dua bulan lalu dan baru beroperasi sekitar tiga hari.

“Beroperasi dari hari Jumat (3/10) hingga akhirnya digerebek oleh Subdit Jatanras (PMJ),” tutup Argo.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti uang yang diduga sebagai uang judi sebesar Rp200 juta lebih.

Lalu ada alat-alat perjudian seperti dadu ,bola bola roulette ,kartu remi, mesin hitung uang, alat transaksi dan nota yang baru digunakan.

Para tersangka kini dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman pidananya di atas lima tahun.

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close