SRIWIJAYA FCWISATA
Trending

Kunjungi Banda Aceh, Amrizal Cs Kenang Bencana Tsunami 2004

Sibernas.com, Banda Aceh-Kota Banda Aceh porak poranda di pengujung tahun, tepatnya 26 Desember 2004. Gelombang Tsunami maha dahsyat menyapu seluruh isi ibu kota Provinsi Aceh ini.

Gempa bumi berkekuatan 9,1 magnitudo disusul Tsunami melanda Aceh 15 tahun lalu, tercatat sebagai bencana alam terdahsyat sepanjang abad ke-20. Lebih dari 200 ribu jiwa menjadi korban dalam musibah tersebut. Bahkan hampir seluruh bangunan ikut tersapu dan rata dengan tanah.

Tak hanya di wilayah Indonesia saja, setidaknya ada beberapa negara yang terkena dampak Tsunami setinggi 30 meter itu. Seperti pantai-pantai yang berada Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, Somalia, Bangladesh, Maladewa, dan Kepulauan Cocos.

Nah, memori kelam Tsunami Aceh itu mengusik rasa ingin tahu sejumlah pemain Sriwijaya FC (SFC) untuk melihat secara langsung musibah terdahsyat di abad 21 itu. Satu hari sebelum menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Amrizal dan kawan kawan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi saksi bisu Tsunami.

Lokasi pertama yang dituju adalah Museum Tsunami. Museum ini dibangun untuk mengingat peristiwa bencana besar di Aceh, serta sebagai tempat pendidikan dan pengetahuan mengenai kedaruratan jika terjadi Tsunami pada masyarakat luas.

Lihat Juga :  Bawa 18 Pemain ke Bangka, Pemain Ini Ikut Dibawa
Museum Tsunami Banda Aceh

“Tsunami Aceh adalah musibah terbesar yang dialami Indonesia. Makanya saya dan kawan-kawan tertarik ke sini, untuk melihat secara langsung bagaimana musibah Tsunami dapat terjadi,” kata Ambrizal, kapten tim SFC.

Sementara Moniega Bagus Suwardi mengaku, suasana mencekam sempat dia rasakan saat masuk ke dalam Museum Tsunami. Maklum saja, dari awal masuk ke dalam museum mereka
sudah disambut dengan lorong sempit dan gelap. Belum lagi kondisi di dalam museum menggambarkan kembali suasana dan kepanikan saat Tsunami terjadi.

“Kalau disuruh sendirian ke sini saya gak berani mas, takut,” kata Moniega tertawa.

Sementara Yongky Aribowo membagi cerita uniknya saat pertama kali membela klub Aceh United. Saat awal musim lalu, dia disuruh membawa pelampung oleh mertuanya.

“Iya mas, waktu gabung Aceh United musim lalu oleh mertua, saya dikasih pelampung, ya jaket keselamatan yang bisa mengapung di air. Pelampung saya bawa di mess pemain, dan saya diketawaian oleh teman-teman,” kenang Yongky.

Kapal Raksasa PLTD Apung dari laut Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh

Selanjutnya, pemain SFC mengunjungi lokasi kapal raksasa PLTD Apung dari laut Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ke tengah permukiman penduduk Desa Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kapal dengan bobot 2.600 ton ini, terhempas hingga ke tengah pemukiman penduduk akibat Tsunami.

Lihat Juga :  Prediksi Pertandingan : Main Lepas di Laga Pamungkas

“Penasaran juga dengan kapal ini. Tadi sempat ngobrol dengan warga sekitar, katanya masih banyak mayat manusia di bawah kapal ini. Terhanyut, terbawa ombak Tsunami,” timpal Moniega, yang terlihat paling bersemangat dibandingkan rekan-rekannya.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang dapat menampung hingga 9 ribu jamaah ini menjadi saksi bisu keganasan gelombang Tsunami menggulung Bumi Serambi Makkah.

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini masih berdiri kokoh usai diterjang musibah Tsunami. Meski di sekeliling masjid dipenuhi lumpur dan puing-puing reruntuhan akibat hanyut dibawa air. Pemain SFC juga menyempatkan diri melaksanakan Salat Tahiyatul Masjid, dilanjutkan dengan Salat Dzuhur berjamaah. Tidak lupa tentunya mengabadikan kemegahan dan keindahan Masjid Baiturrahman dalam bingkaian foto.

“Kalau sudah di Masjid Baiturrahman, kami harus sempatkan melaksanakan salat. Kapan lagi bisa salat di masjid yang penuh sejarah ini. Kami juga berdoa agar SFC diberikan kelancaran, keselamatan dan meraih hasil maksimal melawan Persiraja,” kata Amrizal.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close