OLAHRAGA

Anggaran Tak Masuk APBD Perubahan, Atlet Disabilitas Tagih Janji Gubernur

Sibernas.com, Palembang-Puluhan atlet disabilitas dari berbagai cabang olahraga binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel mendatangi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Kamis (18/9/2019).

Terlihat kehadiran mereka beberapa ada yang memakai tongkat, ada yang dibopong, ada yang berjalan dengan jinjit-jinjit. Sesama mereka pun kompak saling bantu. Mereka berkumpul tepat di pelataran kantor BPKAD Sumsel.

Pasalnya, puluhan atlet tersebut terancam tak mengikuti sejumlah kejuaraan nasional baik single event maupun multievent dikarenakan anggaran NPCI tak dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019.

Namun sayang, kehadiran puluhan atlet di pelataran Kantor BPKAD Sumsel tak ada yang merespon. Mereka pun terkatung-katung cukup lama sehingga pulang tanpa jawaban yang jelas.

Padahal, prestasi atlet disabilitas tak diragukan lagi hingga level paralimpiade atau olimpiade untuk atlet umum.

Belum lagi ASEAN Para Games atau SEA Games untuk atlet umum, dan Asian Para Games atau Asian Games untuk atlet umum. Dari multievent internasional tersebut, prestasi atlet disabilitas Sumsel selalu terdepan ketimbang atlet umum. Tapi sayang respon pemerintah terkait terkesan abai.

Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari menyesalkan BPKAD yang tak merespon dengan baik. Dia mengatakan, saat bertemu Gbernur Sumsel Herman Deru, mereka dijanjikan mendapat perlakuan sama dengan atlet umum.

“Nah kehadiran kami disini salah satunya menagih Janji Pak Gubernur (Herman Deru-red) agar jika ada yang terjadi apa-apa lapor. Kenapa ke BPKAD? Karena kami yang sudah mengajukan anggaran APBDP lebih dulu ke BPKAD bahkan terverifikasi lebih lengkap dibanding KONI, ini malah tak ada,” sesalnya.

Pria yang juga juara dunia bulutangkis di Madrid ini menambahkan, jika tak diberikan anggaran APBDP untuk atlet disabilitas, maka sejumlah kejuaraan terancam tak bisa diikuti.

“Misalnya November nanti multievent nasional di Peparpenas Jakarta, Desember Peparprov di Prabumulih dan Kejurnas Cabor sebagai syarat untuk ikut Peparnas di Papua 2020 mendatang,” jelasnya.

Menurut Ryan, jika atlet umum ada seleksi PON melalui Pra-PON, atlet disabilitas juga ada dan saat ini sudah mulai beberapa kejuaraan yang wajib diikuti. Jika tak mengikuti Kejurnas maka sudah dipastikan tak ikut Peparnas, multievent sekelas PON.

Padahal atlet disabilitas Sumsel yang meraih prestasi dan mengharumkan nama Sumsel dengan 44 medali di Peparnas Jabar 2016 dan duduk di delepan besar. Sementara PON Jabar, atlet umum Sumsel harus puas di peringkat 21.

“Sebenarnya kalau bonus Asian Para Games kemarin tak diambil dari APBD induk cukup. Tapi karena diambil kami tidak bisa lagi membiayai sejumlah kejuaraan,” tandasnya.

Ryan berharap pemerintah terkait bisa lebih peduli lagi dengan atket disabilitas apalagi sudah terbukti mengharumkan nama Sumsel dan Indonesia baik ASEAN Para Games, Asian Para Games, bahkan ada yang sampai level Paralimpiade. Sebuah level olimpiade bagi atlet umum.

Sementara itu, salah seorang pegawai BPKAD Sumsel mengatakan, para pimpinan baik Kadis, Kabid, Kasi, Kasubag dan lainnya mengaku tak ada di tempat.

“Rapat galo kak di Bina Praja, kami dak biso kasih statemant, kami cuma staf biasa, takut salah,” ujar staf resepsionis BPKAD Sumsel yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close