EKONOMI

Bulan Juli, Ekspor Sumsel Turun 5,14 Persen

Sibernas.com, Palembang-Berdasarkan catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), nilai ekspor Provinsi Sumsel mengalami penurunan sebesar 5,14 persen dari nilai ekspor tahun lalu.

Kepala BPS Provinsi Sumsel IR Endang Sri Wahyuningsih, MM, mengatakan, perdagangan luar negeri memiliki peranan yang penting dalam perekonomian dan pembangunan, terutama ekspor yang merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa.

“Dengan devisa inilah negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang dibutuhkan untuk konsumsi dan menunjang sektor industri,” kata Endang Sri Wahyuningsih saat diwawancarai, Jumat (6/9/2019).

Nilai ekspor Provinsi Sumsel di Juli 2019 mengalami kenaikan sebesar 44,22 persen dibandingkan nilai ekspor Juni 2019.

“Namun kalau dibandingkan dengan nilai ekspor pada tahun lalu (2018) di bulan yang sama maka nilai ekspor Provinsi Sumsel mengalami penurunan sebesar 5,14 persen,” ujar Endang

Endang menjelaskan, naiknya nilai ekspor Provinsi Sumsel bulan Juli 2019 dibandingkan dengan bulan Juni 2019 sebesar 44,22 persen disebabkan oleh naiknya nilai ekspor nonmigas sebesar 43,92 persen, yaitu dari US$ 282,27 juta menjadi US$ 406,23 juta.

“Ya, selain itu nilai ekspor migas yang naik sebesar 48,34 persen dari US$ 20,50 juta menjadi US$ 30,42 juta,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, nilai ekspor nonmigas Sumsel pada periode Januari-Juli 2019 didominasi oleh komoditas karet sebesar US$ 821,26 juta, diikuti oleh bubur kayu/pulp yang mencapai nilai sebesar US$ 796,02 juta, dan batubara sebesar US$ 414,47 juta.

“Kenaikan ini terjadi pada tujuh negara tujuan utama Ekspor yaitu Tiongkok, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, India, dan Jerman,” ungkap Endang

Endang menambahkan, sedangkan untuk tiga negara tujuan utama lainnya, yaitu Filipina, Vietnam, dan Latvia mengalami penurunan nilai ekspor.

“Tiongkok,Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari-Juli 2019, masing-masing mencapai US$ 813,75 juta, US$ 237,38 juta dan US$ 219,19 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 52,22 persen dari total ekspor periode Januari-Juli 2019. Sedangkan Ekspor ke negara di ASEAN pada Januari-Juli 2019 mencapai US$ 508,92 juta atau mengalami penurunan sebesar US$ 37,40 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Begitu juga, ekspor ke negara di Uni Eropa mencapai US$ 201,10 juta, mengalami penurunan sebesar US$ 14,769 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018,” katanya.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close