NASIONAL

Ratusan Driver Gojek Tuntut Bos TAXI Malaysia Dihukum

SIBERNAS.com, Bandung – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) berdemonstrasi di Gedung Sate memprotes atas peryataan diskriminatif yang dilakukan Samsubahrin Ismail bos taksi asal Malaysia beberpa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut ratusan Ojol yang tergabung dalam Perwakilan Negara Indonesia (PWNI) membentangkan sejumlah spanduk protes dan juga menghadirkan  mobil komando hingga menutup ruas Jalan Diponegoro, Bandung.

Dalam aksinya melakukan orasi secara bergantian dan membentangkan spanduk yang bertuliskan :

Kalau Kami Negara Miskin Kenapa Kalian Cari Makan Ditempat Kami.  Boikot Produk Malaysia dan Mengecam Keras Statement Samsubahrin Ismail Atas Penghinaan Kepada Masyarakat Juga Pemerintah Indonesia NKRI HARGA MATI.

Koordinator Aksi Asep Mulyana mengatakan ratusan ojol menggelar aksi solidaritas sekaligus mengecam Samsubahrin yang secara jelas melecehkan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Aksi pengusaha itu dinilai disengaja karena dalam dua pekan terakhir mengunggah ucapan bernada kebencian tersebut di media sosial.

Lihat Juga :  Masuk Kabinet, AHY Dilantik Jadi Menteri ATR

Massa menurutnya memohon agar pihak pemerintah mengambil sikap dan tindakan atas apa yang sudah dilakukan Samsubahrin untuk kedua kalinya sudah jelas melecehkan.

“Misi kita adalah solidaritas driver atas jiwa nasionalis kita. Kita tidak akan tinggal diam kalau rakyat kita, Negara kita dilecehkan oleh pihak pengusaha Malaysia, itu yang ingin kami aspirasikan,” kata Asep Mulyana sebaimana dikutip dari bisnis.com

Pihaknya menuntut agar yang bersangkutan bertanggung jawab atas ucapan-ucapannya yang melecehkan Indonesia. Tuntutan juga disampaikan agar pihak Malaysia melakukan tindakan hukum pada Samsubahrin. “Statement dari seorang pengusaha menurut kami tidak memiliki moral, kami secara tegas meminta pengusaha yang tidak bertanggung jawab ini dihukum,” katanya.

Ucapan Samsubahrin juga oleh pihaknya ditenggarai terkait betapa ketakutannya pengusaha Malaysia menghadapi persaingan dengan rencana mengaspalnya Gojek di Negeri Jiran tersebut. “Soal persaingan usaha, menurut kami cara yang dia lakukan tidak bermartabat, karena itu kami menuntut dia diproses secara tegas,” tuturnya.

Ucapan Samsubahrin ramai  memancing kemarahan karena dalam videonya dia menyebutkan Indonesia adalah negara miskin, sementara Malaysia adalah negara kaya. Pernyataan ini dianggap merendahkan profesi mitra pengemudi dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Ini negara miskin, kita negara kaya. Kalau Indonesia anak muda bagus, dia tak keluar, keluar negara untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta,” kata Shamsubahrin dalam video itu.

Ratusan aparat kepolisian menjaga aksi protes yang berlangsung damai sejak pukul 10.00 pagi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.