SRIWIJAYA FC

Paling Banyak Kena Denda, Dana Subsidi SFC Terus Menyusut

Sibernas.com, Palembang-Tim Sriwijaya FC (SFC) menempati urutan pertama dalam hal hukuman denda dari Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Total denda yang dialami SFC sudah mencapai Rp175 juta.

Jumlah ini tertinggi dibandingkan klub peserta Liga 2. Urutan kedua dan ketiga ditempati Persik Kediri dan Persis Solo dengan nominal Rp150 juta. Disusul Persiraja Banda Aceh Rp112 juta, Persita Tangerang Rp105 juta dan PSPS Riau Rp100 juta. Tiga tim terendah adalah PSBK Biak, Cilegon United dan Perserang Banten dengan Rp25 juta. Total denda klub Liga 2 mencapai Rp1.215 miliar.

“Iya, kita yang tertinggi mendapat denda dari Komdis PSSI, dan ini sangat disayangkan. Pembayaran denda akan dipotong dari dana subsidi yang diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB),” sesal Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid, Senin (2/9/2019).

Faisal menjelaskan, setiap tim peserta di Liga 2, mendapat dan subsidi sebesar Rp1 miliar. Dana subsidi diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk membantu keuangan klub dalam mengarungi satu musim kompetisi.

“Pembayaran dana subsidi dicicil lima kali dalam satu musim, atau lima bulan, setelah dipotong denda atau hukuman Komdis. Tapi sekarang, dana subsidi lebih banyak terpotong oleh denda,” tambah Faisal.

Untuk diketahui, denda pertama kali didapat SFC akibat ulah suporter saat laga melawan PSCS Cilacap di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (7/7/2019) sore. Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp75 juta atas dua kesalahan.

Dalam salinan keputusan Komisi Disiplin PSSI tanggal 16 Juli 2019, Nomor 011/L2/SK/KD-PSSI/VII/2019 disebutkan terbukti ada flare di 3 titik di Tribun Selatan dan suporter turun ke lapangan. Kejadian itu diperkuat dengan bukti-bukti yang membuktikan terjadinya pelanggaran disilplin

“SFC melanggar Pasal 70 lampiran 1 Jo Pasal 34 ayat (3) kode disiplin PSSI dan menjatuhkan denda sebesar 75 juta rupiah,” bunyi salinan keputusan tersebut yang diketuai Asep Edwin Firdaus, Wakil Ketua Umar Husein, dengan anggota Eko Hendro Yusuf Bachtiar.

SFC kembali mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI terkait pelanggaran menyalakan smoke bom saat laga SFC kontra Aceh Babel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (14/8/2019).

Sanksi tersebut diberikan atas ulah suporter yang menyalakannya di dalam stadion sebanyak dua kali. Tepatnya, di Tribun Utara yang ditempati suporter Singa Mania. Atas pelanggaran itu SFC pun mendapat denda sebesar Rp75 juta.

“Merujuk kepada pasal 70 lampiran 1 jo. Pasal 41 ayat (1) Kode Disiplin PSSI, SFC dihukum denda sebesar Rp75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah) karena telah terjadi pelanggaran terhadap pasal 70 lampiran 1 Kode Disiplin PSSI,” bunyi putusan surat Komdis tersebut.

Keputusan itu merupakan hasil sidang pelanggaran disiplin dengan nomor 048/L2/SK/KD-PSSI/VIII/2019, tanggal 20 Agustus 2019. Sidang diketuai Asep Edwin Firdaus, Wakil Ketua Umar Husin dan Anggota Eko Hendro.

Terakhir, SFC mendapat denda sejumlah Rp25 juta karena melanggar Fair Play pada laga kontra Perserang Serang, Rabu (21/8/2019). Pasalnya, ada enam pemain SFC yang mendapat kartu kuning, yakni Akbar Zakaria, Yericho Christiantoko, Ryan Wiradinata, Hapit Ibrahim, Yongky Aribowo dan Rahmat Juliandri.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.