WISATA DAN BUDAYA

Sejarahwan Sumsel Tak Sependapat Pernyataan Kerajaan Sriwijaya Fiktif

Sibernas.com, Palembang-Viral dengan adanya dialog dalam akun YouTube Macan Idealis bersama pengamat sejarah Indonesia Babe Ridwan Saidi yang menyampaikan bahwa Kerajaan Sriwijaya hanyalah sebuah bajak laut dan fiktif.

Dengan hebohnya video tersebut, Salah satu Sejarahwan Sumsel Kemas Ari Panji menanggapi hal tersebut. Dirinya merasa keberatan dengan pernyataan Babe Ridwan Saidi yang menyebutkan Kerajaan Sriwijaya itu fiktif.

“Sangat keberatan dengan pernyataan fiktif itu artinya kalau fiktif itu diterima, jadi peninggalan di Sumsel dianggap tidak ada,” ujarnya saat dihubungi, Senin (26/8/2019).

Bahkan Kemas AR Panji Panji mengatakan, dari sisi mana bahwa Babe Ridwan Saidi dapat menyebutkan Kerajaan Sriwijaya itu hanya fiktif. Apalagi peninggalan arkeologi Kerajaan Sriwijaya banyak ditemukan di Kota Palembang seperti prasasti dan itu juga memenuhi persyaratan Kerajaan Sriwijaya memang terletak di Palembang.

“Kami tidak melihat secara jelas dikarenakan babe hanya menyimpulkan bahwa Kerajaan Sriwijaya hanyalah fiktif,” katanya.

Namun dirinya menganggap perkataan Babe Ridwan Saidi merupakan masukan. Oleh karena itu, Kemas mengharapkan bagi orang-orang Sejarawan harus menerima sebagai masukan.

“Kami sebagai sejarahwan dan masyarakat sejarah berterimakasih dengan adanya pendapat Babe. Tapi tidak mentah harus dicernah harus ada pengkajian ulang kalau ada benarnya kalau salahnya,” ungkapnya.

Dikarenakan dengan adanya masukan tersebut, harus ada pengkajian ulang dan dari hasil pengkajian dapat dicetuskan kembali apakah Kerajaan Sriwijaya benar adanya atau tidak ada.

“Saya juga yakin yang disampaikan Babe itu salah dan juga tidak benar. Mungkin ada kesalahan penafsiran itu yang namanya kami lakukan pengkajian ulang tadi dimana letak salahnya dimana letak bernarnya,” jelasnya.

Akan tetapi Kemas tetap menjelaskan, bahwa Kerajaan Sriwijaya ini periode berdirinya sangat panjang dan diperkirakan ibukota Kerajaan Sriwijaya dapat berpindah-pindah letaknya.

Untuk itu, klaim Sriwijaya itu bisa dimana-mana dapat terjadi seperti, apakah di Palembang di Malaysia bisa di Thailand tempat yang lain benar, karena dalam satu wilayah tersebut kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

“Tapi berdasarkan arkeologi Palembang banyak meninggalkan benda-benda sejarah tersebut yakni seperti prasasti. Berdasarkan prasasti inilah yang diteliti orang dan orang keyakinan orang bahwa Palembang sebagai ibukotanya,” tegasnya.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.