Uncategorized

Rencana Besar Pahri Azhari, Majukan SFC dari Sisi Finansial

Sibernas.com, Palembang-Mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari, resmi menjabat sebagai Direktur Marketing PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sebagai pengelola klub Sriwijaya FC (SFC) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Bank Sumsel Babel Pusat, Jakabaring, Palembang, Rabu (10/7/2019).

Pahri Azhari menggantikan posisi Nirmala Dewi selaku Direktur Marketing PT SOM sebelumnya. Usai dipercaya menduduki jabatan strategis itu, pria kelahiran Palembang, 3 Juli 1963 ini, sudah memiliki rencana besar memajukan Sriwijaya FC dari sisi finansial atau keuangan.

“Pertama saya terima kasih banyak pada Direktur Utama PT SOM Bapak Asfan Fikri Sanaf yang telah memberikan kepercayaan. Saya mengemban jabatan ini sebagai amanah, bersama seluruh pengurus untuk mengangkat SFC ini lebih baik lagi,” kata suami Hj Lucianty.

Pahri Azhari berharap SFC bisa lebih berprestasi di masa mendatang, dan kembali ke habitatnya di Liga 1 Indonesia musim depan.

“Mudah-mudahan SFC akan lebih baik kembali. Insya Allah juara Liga 2 musim ini dan kembali ke Liga 1 musim depan. Jadi ini kita harus punya target dan harus didukung semua pihak baik dari pengurus, pemerintah daerah, suporter, pemain dan pelatih,” terang dia.

Bangun Museum dan Mega Store

Kata Pahri, ada beberapa rencana besar yang sudah mereka susun. Pertama, manajemen SFC pastikan dalam waktu dekat akan merealisasikan museum sekaligus cafe di sekitaran Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, tempat homebase tim Sriwijaya FC.

“Kami sudah meninjau lokasi untuk pembangunan tersebut di sekitaran stadion. Tempatnya di sebelah kiri pintu masuk. Kita akan buat mega store, itu ada cafe, dan ada penjualan merchandise. Malahan ke depan kita akan bikin museum,” kata Pahri.

Pahri melanjutkan, mega store sekaligus museum tersebut akan berisi piala, sertifikat, jersey dan lain sebagainya. Menurut Pahri ini menjadi wisata olahraga masyarakat Sumsel yang bisa merasakannya setiap hari, bukan hanya saat bermain saja.

“Kita buka terus. Nanti ada foto-foto pemain legenda, prestasi SFC, dan jersey SFC. Nanti masyarakat bisa melihat. Kalau mau beli merchandise ada, juga ada cafenya, ada museumnya, ini sudah jadi rancangan kita,” terangnya.

Dalam waktu dekat pula, sambung Pahri, pihaknya akan melakukan studi banding dengan klub-klub yang sudah memiliki mega store atau sejenisnya lebih dulu. Klub yang dimaksud adalah Persib Bandung yang punya Graha Persib, Bali United dan lain sebagainya.

“Kita bisa belajar dari mereka masalah manajemen ini. Insya Allah ke depan peluang Sriwijaya FC itu akan bersinar kembali. Kami menargetkan akan merealisasikan rencana tersebut secepat mungkin, dan sudah ada pembicaraan dengan manajemen PT Jakabaring Sport City (JSC). Insya Allah kita realisasikan tahun ini, sehingga saat kita naik ke Liga 1 lagi, ini sudah ada,” beber politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Menurut Pahri, ini menjadi salah satu strategi dari tim Marketing PT SOM dalam mencari dana sebanyak-banyaknya untuk keberlangsungan SFC. Apalagi untuk operasional Sriwijaya FC butuh pendanaan yang banyak dengan target Sriiwjaya FC dapat kembali lagi ke Liga 1 musim depan.

Ia menyebutkan, tugas dari marketing ini sangat berat karena tugas lainnya selain mencari pendanaan adalah untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kembali usai SFC terdegradasi musim lalu.

“Kita sudah susun struktur organisasinya. Jadi memang bagaimana kita ingin mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap prestasi Sriwijaya FC dan ada rasa memiliki dengan SFC,” tukasnya.

Gandeng Pedagang Jersey KW

Pahri melanjutkan, pihaknya juga akan menggandeng pedagang jersey dan merchandise lainnya Sriwijaya FC non original alias KW (kwalitas) yang ada di kawasan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Ke depan akan diberlakukan lisensi dengan bekerjasama dengan PT SOM.

“Kami akan merangkul pedagang-pedagang yang berdagang di kawasan GSJ Palembang saat pertandingan berlangsung maupun tidak. Ini sudah kami bicarakan dengan tim marketing. Khusus di stadion, silahkan berjualan di situ, namun akan diberi lisensi,” kata Pahri.

Pahri, pria yang pernah menjabat Anggota DPRD Kabupaten Muba itu melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pedagang merchandise yang ada di kawasan stadion untuk membicarakan lisensi ini. Manajemen sama sekali tak melarang, namun harus bekerjasama dengan PT SOM.

“Nanti mereka akan kerja sama dengan PT SOM yang merchandise-nya yang bukan asli tapi yang KW. Silakan mereka menjual sebanyak mungkin tapi harus kerjasama dengan PT SOM. Tetap kita rangkul, tapi tetap ada lisensi. Sayang mereka yang jual karena itu untuk pendapatan mereka, jadi harus kita rangkul,” timpalnya.

Namun harus diingat, sambung Pahri, kualitas jersey yang dijual meskipun KW harus bagus. Apalagi yang membeli bukan hanya masyarakat Kota Palembang, tapi juga dari luar kota. Dengan kualitas yang baik, maka pembeli tidak akan merasa kecewa.

“Kita juga mengimbau seperti itu untuk pedagang agar memperhatikan kualitasnya. Kalau mau jersey dan merchandise original bisa dibeli atau dipesan di Sekretariat SFC di kawasan PS Mall Palembang. Namun nantinya, semua penjualan merchandise SFC akan dipusatkan di mega store,” tambah Bapak empat anak itu.

Menurut Pahri, ini menjadi salah satu strategi tim marketing dalam menambah pemasukan manajemen, mengingat biaya operasional untuk tim Laskar Wong Kito tidak sedikit. Selain itu, sambung Pahri, hal utama dari tugasnya adalah mencari sponsor sebanyak-banyaknya untuk Sriwijaya FC.

“Target kami bagaimana SFC ini masuk ke Liga 1. Kalau masuk Liga 1 enak, sponsor lebih terbuka. Kalau liga 2 artinya mereka masih berpikir. Ini kerja kami semua bagaimana sponsori SFC. Tidak mungkin mereka sumbang tapi prestasi biasa- biasa saja. Semua unsur harus bersatu agar SFC ini masuk ke Liga 1,” tukasnya.

Pahri juga menekankan nilai jual klub sebenarnya sangat besar. Oleh karenanya kerja sama dengan branding (merk) SFC cukup menarik bagi pengusaha.

“Kita usaha dulu dan terbuka kepada semua pihak untuk bekerjasama, itu yang terpenting. Mohon doanya masyarakat Sumsel untuk kemajuan Sriwijaya FC,” tutup Pahri Azhari.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.