PENDIDIKAN

34 PNS Masuk Penjaringan Calon Direktur Polsri

Sibernas.com, Palembang-Kepemimpinan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Dr Ing Ahmad Taqwa MT sebentar lagi bakal usai, kini Politeknik bergengsi asal Palembang ini telah mencari pemimpin baru.

Bahkan, Polsri sendiri telah membentuk Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor Unsri yang dikomandpi oleh Dicky Feriansyah.
Dan hari ini merupakan hari ketiga masa penjaringan Direktur Polsri yang saat ini panitia telah menjaring 34 nama internal Polsri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinyatakan memenuhi syarat dari syarat yang telah ditetapkan.

“Hari ini merupakan hari ketiga masa penjaringan dan ada 34 nama. Tapi itu masih penjatingan bisa jadi yang masuk penjaringan tidak mencalonkan diri dan bisa saja mencalonkan diri,” ujar Diki saat menggelar keterangan pers di Gedung KPA Polsri, Rabu (14/8/2019).

Ia menambahkan, kursi pimpinan Polsri dibuka tak hanya terbuka untuk internal Polsri yang mau dan layak secara syarat yang telah ditetapkan tapi juga dari luar Polsri.

“Bahkan kami panitia telah mengirimkan surat pengumuman ke seluruh Politeknik Negeri di Indonesia bagi yang ingin mendaftarkan bakal calom Direktur Polsri,” urainya.

Menurut Diki, panitia telah menentukan syarat bakal calon Direktur Polsri masa bakti 2020-2024 adalah PNS yang memilimi jenjang akademik minimal lektor, beriman dan bertakwa kepasa Tuhan Yang Maha Esa, usia minimal 60 tahun,memiliki pengalaman manajerial minimal ketua jurusan dan paling rendah pejabat eselon II.

Selain itu juga bersedia dicalonkan sebagai Direktur, berpendidikan minimal S-2 dan tak pernah tersandung kasus hukum.

Dikatakan Diki bahwa saat ini sendiri pada 12-18 Agustus masuk dalam pengusulan nama melalui daring atau online, 19 Agustus sampai 1 September masuk dalam pendaftaran bakal calon, 26 Agustus sampai 3 September penyerahan berkas bakal calon, 4 September verifikasi, 5 September rapat senat tertutup dan 5-12 September pengumuman nama bakal calon.

“Sedangkan sebelum pemilihan, kandidat akan ditetapkan menjadi tiga nama yang nanti akan diajukan ke Kemenristekdikti pada 19 September 2019,” jelasnya.

Menurut Diki pada tahap pemilihan yang memiliki hak suara adalah anggota senat dan dari Kemenristekdikti.

“Dengan komposisi 65 persen suara dari anggota senat dan 35 persen dari Kemenristekdikti,” pungkasnya.

Reporter : Sugi
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.