SUMSEL

Gubernur: Darurat Kebakaran di Sumsel Belum Parah

Sibernas.com, Palembang—Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, menyebut status terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya itu sudah siaga darurat sejak awal. Dia menilai, darurat kebakaran di Sumsel belum masuk kategori ‘gawat’ parah.

“Status kita (Sumateta Selatan) sejak awal siaga darurat karhutla. Tapi, darurat kita bukan yang artinya gawat-gawat akan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Herman Deru di Palembang, Rabu (7/8).

Dia menjelaskan, memang persoalan penanganan karhutla telah menjadi atensi Presiden RI Joko Widodo. Menurut dia, ada tujuh provinsi yang tersebar di Indonesia kini berstatus siaga darurat terhadap kebakaran hutan dan lahan.

“Ada tujuh provinsi yang berpotensi karhutla. Itu Provinsi Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan salah satunya Sumatera Selatan,” kata dia.

Meski Sumatera Selatan termasuk, ia mengklaim, dari pemetaan laporan yang diterima wilayahnya untuk hotspot (titik panas) di Sumatera Selatan masih tergolong rendah dibanding yang terjadi di Riau dan Kalimatan.

Lihat Juga :  Perbaikan Jalan dan Jembatan Habiskan Rp1,050 Triliun

“Sumsel ini masih tergolong rendah. Apalagi kebakaran yang terjadi di pinggir jalan tol Palembang-Indralaya itu memang menjadi pandangan banyak orang dan itu berulang-ulang terjadi, bahkan sebelum saya jadi gubernur,” ucap dia.

Untuk mengatasi persoalan ini, kata dia, pihaknya telah menginstruksikan Asisten 1 untuk segera memanggil dan menemui seluruh camat di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

“Kita panggil camat untuk menginventarisir lahan-lahan tak produktif di kawasan mereka. Rata-rata lahannya ini milik perorangan, setelah beli tapi tidak dipelihara,” jelasnya.

Setelah diinventarisir, lanjut Herman Deru, pihaknya akan memanggil pemiliknya untuk menjadikan lahan tidur lebih produktif lewat program Serasi Pemprov. Lahan-lahan yang tidak produktif inilah yang sangat rawan munculnya hotspot yang kemudian akan memacu penyebaran api sehingga kebakaran besar terjadi.

Lihat Juga :  Hendak Menuju ke Lubuklinggau, Truk Tronton Pengangkut Alat Berat Masuk Dalam Rumah Warga

“Saya minta semua jajaran dan pihak terkait bagaimana cara mengatasi permasalahan serta penanggulangan akan karhutla,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan, terkait karhutla bahwa pada 2015 dan tahun sebelumnya kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir diseluruh provinsi dimana kerugian yang diakibatkan adalah Rp221 triliun dan untuk lahan terbakar 2,6 juta hektare. Dia menyebut, kejadian ini jangan sampai terjadi lagi di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menambahkan, jika dibanding dengan 2016 jumlah hotspot karhutla pada 2019 menurun, tapi dibanding dengan 2018 angka hotspot naik. Hal ini tidak boleh terjadi, yang harusnya turun tiap tahun dan tidak boleh naik.

“Jangan sampai ada lagi asap yang mengganggu negara tetangga agar segera selesaikan dengan upaya yang maksimal, sehingga kita tidak malu dengan negara tetangga yg kena dampak asap akibat kebakaran,” tuturnya.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close