SRIWIJAYA FC
Trending

Tekad Bandung United Perbaiki Rekor Kandang

Sibernas.com, Bandung-Misi sulit harus dihadapi Bandung United pada pekan ke-10 Liga 2 yang akan berlangsung di Stadion Siliwangi, Bandung, Senin (5/8/2019). Target tiga poin terancam sulit diwujudkan, karena bertemu lawan berat, Sriwijaya FC (SFC).

Padahal, Bandung United bertekad untuk memutus tren buruk setelah pada laga kandang terakhir dikalahkan oleh Perserang Serang 0-3. Hanya kemenangan yang bisa mengembalikan reputasinya yang jeblok plus menjauh dari zona degradasi.

Saat ini posisi tim berjukuk Maung Siliwangi itu berada di peringkat ke-10 atau di zona degradasi klasemen sementara Wilayah Barat dengan torehan poin 5, hasil dari 1 kali menang, 2 kali imbang, dan 4 kali kalah.

Sebaliknya Sriwijaya FC di peringkat ketiga dengan nilai 17, hasil dari 5 kali menang, 2 kali imbang, dan 2 kali kalah. Jika Bandung United bisa meraih tiga poin di laga kandang kelimanya ini, maka posisi mereka untuk sementara akan aman.

“Kemenangan harus bisa diraih Bandung United. Kita tidak boleh kalah lagi jika ingin ke luar dari zona merah di musim kompetisi tahun ini,” kata Pelatih Bandung United Liestiadi
saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Pre Match Press Conference di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Minggu (4/8/2019) sore.

Liestiadi mengatakan, Bandung United sudah empat kali melakoni laga kandang dengan catatan tidak terlalu baik, satu kali menang, dua imbang, dan terakhir kalah dari Perserang Banten.

“Kita sudah kehilangan sembilan poin dari empat kali partai home. Sekali menang, dua kali imbang dan sekali kalah. Pertama lawan PSPS kita imbang 0-0, laga kedua menang 4-0 atas Persibat Batang, laga ketiga imbang 1-1 lawan Cilegon United, dan terakhir kalah dari Perserang. Dengan catatan itu, rekor kandang harus diperbaiki, sekalipun berhadapan dengan Sriwijaya FC,” beber Liestiadi.

Mantan Pelatih PSMS Medan itu menambahkan, sudah melakukan evaluasi pascakekalahan telak dari Perserang. Katanya, melawan Perserang adalah laga terburuk Bandung United musim ini, bahkan terburuk dari laga tandang.

“Laga melawan Perserang adalah yang terburuk. Banyak pemain tidak jujur, demi bisa bermain, sehingga hasilnya jelek. Tapi, kita sudah lakukan evaluasi, dan siapkan taktik berbeda lawan Sriwijaya,” tukas pelatih berusia 50 tahun itu.

Pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara, 14 Oktober 1968 itu mengatakan, mereka tidak boleh pesimis, meski lawan yang dihadapi adalah tim sekelas Sriwijaya FC. Bahkan, Aang Suparman dan kawan kawan harus punya kemauan keras untuk bisa menghentikan SFC, lantaran Bandung United bermain di kandang sendiri.

“Terus terang saja untuk bermain di tandang kita bukan pesimis, kita tetap ingin meraih poin. Tapi yang realistis kita main di kandang main depan penonton kita sendiri. Apalagi kalau di kandang adalah kesempatan kita merasakan fairplay wasit. Biar kita berusaha menang dan ambil yang terbaik,” tutur Liestiadi.

Menghadapi SFC, Tim Satelit Persib Bandung itu menegaskan, Sriwijaya FC adalah tim sarat pengalaman. Punya sejarah panjang di pentas sepakbola nasional. Banyak pemain bagus di dalamnya.

“Musim lalu mereka adalah penghuni Liga 1 dan kurang beruntung terdegradasi ke Liga 2. Jelas mereka ingin menang demi kembali lolos ke Liga 1 musim depan. Kita sudah siapkan taktik yang berbeda, karena kita tahu SFC dihuni pemain bagus, perpaduan pemain senior dan junior,” tutup Liestiadi.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.