SYARIAH

Kenali Apa Itu Hijrah, Syarat, Hingga Manfaat Berhijrah

Saat ini istilah hijrah mulai banyak diperdengungkan, dan mudah sekali orang menyebut dirinya sudah hijrah. Sebenarnya apa pengertian, syarat, makna, dan manfaat hijrah dalam Islam?

YA, istilah hijrah menjadi lebih populer di zaman ini. Hijrah yang dimaksudkan, yaitu mulai kembali kepada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah, menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, karena sebelumnya tidak terlalu peduli atau sangat tidak peduli dengan aturan agama.

Untuk mengupas mengenai hijrah, redaksi As SAJIDIN, menjumpai Pembina Gerakan Gerakan Indahnya Hidup Bersama Dakwah (IHBD)Andi Ahmad Zikrillah. Andi mengatakan, IHBD merupakan salah satu program dakwah, termasuk kegiatan Palembang Berhijrah.

Andi mengatakan, pengertian hijrah secara sederhana adalah berusaha menjadi lebih baik menurut pandangan Allah Subhanahu Wata’ala. Adapun jenisnya ada 2 jenis hijrah, yang pertama Hijrah Jasadiyah dan Hijrah Ruhaniyah. Hijrah Jasadiyah adalah yang pernah diajarkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mendapat perintah Allah SWT untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah, ketika kaum kafir kurais berniat untuk membunuh Rasulullah dan mengintimidasi kaum muslimin, agar dakwah Islam tidak tersebar, dan kaum muslimin tidak bisa dengan leluasa beribadah.

PALEMBANG BERHIJRAH-Kajian Palembang Berhijrah di Masjid Maarif, Jalan Silaberanti Plaju.

“Maka disinilah perintah berhijrah turun sebagaimana yang diterangkan oleh Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 100 yang artinya ‘Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak’,” kata Andi Ahmad Zikrillah.

Sedangkan Hijrah Ruhaniyah adalah dimana seseorang meninggalkan segala dosa dan kemaksiatan menuju pada ketha’atan kepada Allah SWT. Hijrah dari semula tak menutup aurat menuju ketha’atan untuk menutup aurat, hijrah dari seorang pembohong, mencuri dan segala dosa lainnya berubah menuju pertaubatan, berkumpul dengan orang-orang sholeh.

Lihat Juga :  Ustadzah Oki Kagumi Semangat Wawako Ikut Kegiatan 'One Day One Juz'

Lalu apa ciri orang yang sudah berhijrah? Andi mengatakan, cirinya semakin tampak kebaikan-kebaikan yang ia lakukan hari demi hari, mulai dari cara tingkah lakunya, tutur katanya, penampilannya, hingga aktivitas ibadah seperti shalat yang ia lakukan.

“Syarat untuk hijtah cukup meluruskan niat karena Allah SWT dalam rangka beribadah dan menggapai ridho Allah SWT saja,” tegasnya.

Dikatakannya, dengan hijrah, seorang muslim tidak harus menutup diri dengan dunia luar, dan fokus ke akhirat dengan mengabaikan dunia. Justru dengan hijrah seorang hamba akan membuat seseorang semakin bersemangat untuk hidup lebih baik.

“Prinsipnya adalah kejar duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya, namun kejarlah akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari. Jadi orang yang benar- berhijrah itu menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat,” terang dia.

Apakah dengan hijrah harus mengubah penampilan? Tentu saja, karena salah satu kriteria hijrah adalah mengubah penampilan yang tidak baik menjadi yang lebih baik, sebagaimana cirinya orang yang beriman dan bertaqwa sebagai pakaian taqwa

“Sebagai muslim kita sebetulnya cukup dengan menegakkan syariat Islam, menjauhi larangannya dan menjalankan perintahnya. Hijrah adalah sebuah keharusan karena menjadi kebutuhan setiap manusia agar hidupnya semakin baik dari hari ke hari agar mejadi orang yang beruntung. Menjadi wajib hukumnya jika ada kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang muslim yang terhalang untuk ditegakkan sebagaimana dulu Rasulullah diperintahkan  hijrah dari Makkah ke Madinah,” beber Penulis buku Melukis Cinta Meraih Bahagia (MCMB) tersebut.

Andi juga membantah jika hijrah menutup pintu rezeki. Justru dengan hijrah mengundang berlimpah dan keberkahan rezeki dari Allah SWT, karena hijrah pada hakikatnya adalah membuat kita semakin bertaqwa. Sedangkan janji Allah SWT untuk orang-orang yang bertaqwa adalah dibukakannya jalan keluar dari setiap persoalan hidupnya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya serta Allah cukupkan segala keperluannya. Dan hal itu tercantum dalam Alquran surat At Thalaq ayat 2 sampai 3.

Lihat Juga :  Ustadzah Oki Kagumi Semangat Wawako Ikut Kegiatan 'One Day One Juz'

“Sungguh terlalu banyak keuntungan bagi orang-orang yang berhijrah, di antaranya ketenangan batin, kebahagiaan dan kesuksesan hidup baik di dunia hingga di akhiratnya surga. Selain itu, tidak ada batas usia untuk berhijrah, artinya terbuka untuk siapapun sebelum kewafatan itu menghampiri seorang hamba,” ungkap Direktur Indonesia Training Center Nusantara (Internusa) Sumsel itu.

Andi juga berpesan untuk generasi muda adalah Selagi Allah SWT masih memberikan umur, maka gunakanlah waktu dan umur sebaik mungkin untuk hijrah di jalan Allah SWT, dalam segenap aktivitas kebaikan untuk mendapatkan ridho dan pahala sebagai bekal untuk berjumpa dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Tinggalkan segala perkara yang tidak bermanfaat yang bisa mengundang dosa dan murka-Nya Allah SWT.

“Allah SWT berfirman, ‘Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ketempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, maha Penyayang’ (QS. An Nisa: 100),” tutupnya.

Penulis : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close