PALEMBANG

Kasus Mutilasi Kasir Indomaret di Palembang, Prada DP Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Militer

SIBERNAS.com, Palembang – Kasus pembunuhan kekasih Vera Oktaria yang menghebohkan beberapa bulan lalu, Kamis, 1 Agustus 2019, disidang perdana oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang, dengan terdakwa tunggal Prajurit Dua (Prada) Deri Permana.

Sidang berlangsung tepat waktu sejak pagi. Keluarga korban juga turut hadir dan menjadi saksi. Prada Deri sendiri yang menjadi terdakwa hadir  di gedung pengadilan sejak pukul 08.00 WIB dengan menggunakan mobil tahanan dengan berseragam PDH TNI.

Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Letkol CHK Muhammad Hasyim tersebut, terdakwa mendengarkan dakwaan Oditur Militer  Mayor D. Butar Butar.

“Terdakwa curiga karena Vera diduga punya hubungan dengan orang lain. Terdakwa sudah berencana akan membunuh korban apabila korban ketahuan memiliki hubungan dengan orang lain karena merasa perjuangannya selama 5 tahun sia-sia,” ujar Mayor D. Butar Butar dalam uraian dakwaannya.

Lihat Juga :  Ada 30 Ribu Titik Blank Spot, Pemkot Palembang Dapat 100 Titik Lampu Jalan Bantuan Developer

Oditur Militer mendakwa Prada Deri dengan Pasal pembunuhan 338 KUHP, 340 KUHP yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati.

Sedangkan saksi dari pihak keluarga korban yakni kaka korban mengungkapkan,  “Keluarga tersangka pernah ke rumah kami mencari tersangka sebelum kejadian adik saya (korban) meninggal, keluarga terdakwa cerita Prada DP melarikan diri dari sekolah TNI di Baturaja,” kata kakak kandung korban dalam persidangan.

Pasca korban menghilang, kata dia, keluarga korban langsung ke rumah terdakwa untuk mencari kejelasan termasuk kemungkinan korban di bawa kabur terdakwa, saksi menyebut sebelum peristiwa pembunuhan korban dan tersangka sudah tidak punya hubungan (putus) karena terdakwa bersikap kasar pada korban.

Sebelumnya Permana memutilasi seorang kasir minimarket Vera Oktaria pada Jumat (10/5) di suatu penginapan kawasan Sungai lilin Kabupaten Musi Banyuasin, usai beraksi pelaku langsung kabur.

Lihat Juga :  Kenaikan Gaji 8 Persen ASN Palembang Belum Dibayarkan, Dijanjikan Pertengahan Bulan

Pelaku memutilasi korban karena kalut saat korban meminta dinikahi dengan pengakuan sedang hamil, pelaku yang terkejut karena tidak siap menikahi sontak membekap korban sampai meninggal dunia.

Lalu pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan mencari-cari alat di dalam kosan, pelaku menemukan gergaji lantas memotong tangan korban dan berupaya memasukan mayat ke dalam koper lalu pelaku akhirnya kabur meninggalkan mayat Vera di dalam penginapan menuju Lampung dan buron selama satu bulan.

Prada DP akhirnya ditangkap tim Detasemen Polisi Militer II/Sriwijaya di Banten pada Kamis malam (13/6).(*)

Reporter : Deny Wahyudi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.