OLAHRAGA

Deru: Ketua KONI Sumsel Harus yang Muda dan Paham Olahraga

Sibernas.com, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menginginkan agar Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Sumsel, harus berusia muda dan paham tentang olahraga.

Deru mengatakan, sebagai Gubernur Sumsel, dirinya ingin menyelaraskan kerja Pemprov dengan KONI Sumsel agar selaras dalam membangun olahraga di Sumsel. Tidak hanya sukses soal penyelenggaraan olahraga, Sumsel harus sukses membangun prestasi dalam olahraga.

“Kalau sebagai gubernur aku menginginkan tokoh yang dipilih nanti tokoh yang memang paham tentang olahraga secara umum, memahami tentang atlet, jangan ada pengurus cabang dan pengurus daerah tetapi tidak ada kegiatannya tidak ada yang dihasilkan, dan juga harus muda,” kata Herman Deru saat dibincangi di stasiun LRT Dishub, Rabu (31/7/2019).

Terkait kepemimpinan KONI yang akan datang dirinya melihat siapa pun yang terpilih harus mengerti bagaimana organisasi KONI bergerak, sehingga selaras antara prestasi dan dana yang dikeluarkan.

“KONI ini dibiayai oleh uang masyarakat, tentu masyarakat ingin melihat prestasi. Berikut saran saya mereka yang jadi ketua harus mengerti tatanan organisasi. Aku ingin olahraga di Sumsel berkembang. Apalagi pada PON 2016 lalu kita miris, peringkat Sumsel menempati peringkat 21, sungguh jauh,” ujar Deru.

Deru menjelslaskan, dirinya berharap tidak ada penggunaan money politic dalam pemilihan Ketua KONI Sumsel, sehingga yang terpilih memang benar-benar orang yang ingin mengabdi membawa olahraga Sumsel lebih baik.

“Yang punya hak pilih jangan ada pengaruh-pengaruh money politic dalam bentuk apapun untuk memilih seseorang,” jelas Bupati OKU Timur dua periode itu.

Lebih lanjut diungkapkannya, pembinaan atlet membutuhkan waktu yang panjang dan tidak ada yang instan dalam setiap hal. Untuk itu, praktek meminjam atlet yang selama ini menjadi kebiasaan harus dihilangkan.

“Siapapun terpilih aku ingin setiap cabor itu benar-benar membina atlet lokal, jangan berpikiran ngebon dari luar atau apa. KONI ini tugasnya lebih kepembinaan atlet. Nah untuk menghilangkan budaya itu dengan cara pembinaan atlet sejak dini harus dilakukan dan bekerja sama dengan komunitas atau sekolah untuk menjaring bibit-bibit berbakat,” ungkap Deru.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.