SRIWIJAYA FC
Trending

Nakata dari Aceh, Gelandang Mungil yang Siap Mengancam SFC

Sibernas.com, Palembang-Lahir dengan nama Mukhlis, pria ini malah lebih tenar dengan nama Nakata. Asal usul panggilan itu muncul sejak Tim Nasional Jepang berlaga di Piala Dunia 2002 yang dikapteni Hidetoshi Nakata. Sejak itulah orang di kampungnya ‘mengganti’ panggilan Mukhlis dengan Nakata.

Rasanya tak berlebihan, jika pengidola Lionel Messi ini, disapa begitu. Karena ciri-ciri anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Usman (60) dan Saudah (53) yang paling kontras adalah pada matanya yang sipit.

Sejak saat itu, Mukhlis Nakata pun menjadi idola antarkampung di Aceh pada masa remajanya. Penikmat si kulit bundar berduyun-duyun datang ke lapangan untuk menonton langsung aksi Nakata dari Aceh. Permainan cepat dan tendangan akurat membuat banyak orang terkagum-kagum melihat Alumni SSB Aneuk Rincong Banda Aceh tahun 2002 itu.

Seiring tahun berganti, pria kelahiran Lambaro, Aceh Besar ini masuk dalam skuat junior Persiraja. Saat itu umurnya sudah menginjak 18 tahun. Muklis, yang lahir pada 12 Mei 1988, pernah pula membela Aceh pada PraPON di Jakarta dan menjadi pilar Tim Aceh pada PON 2008 di Kalimantan Timur. Sebelum naik kelas ke tim senior Persiraja, Muklis sempat memperkuat PSAB Aceh Besar di Divisi I musim 2009/2010.

Dalam perjalanan kariernya, Nakata pernah bermain di beberapa posisi. Meski posisi utamanya adalah gelandang, dia pernah dimainkan oleh pelatih sebagai bek kanan. Saat membawa Persiraja promosi ke Indonesia Super League 2011, Nakata bermain sebagai sayap.

Nakata bukan kapten biasa. Perannya begitu vital sejak bergabung dengan Persiraja, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia pemain setia. Sejak era kepelatihan Akhyar Ilyas hingga Hendri Susilo, Nakata dipercaya menjadi kapten Persiraja Banda Aceh, karena pada dasarnya Nakata memang sosok pemimpin.

Ketangguhan dan fisik yang kuat membuat Mukhlis mengemban tugas baru sebagai gelandang pemutus serangan lawan, sebelum bola sampai ke garis pertahanan Persiraja. Sejauh ini ia tampil cukup baik, terbantu oleh pengalaman dan jam terbangnya yang lumayan.

Nah, itu sedikit ilustrasi tentang Nakata, gelandang tangguh yang menjadi lawan Sriwijaya FC (SFC) pada pekan kedelapan Liga 2 2019 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (28/7/2019) besok sore. Jika tidak waspada, Nakata siap mempertontonkan aksinya di lapangan tengah, dan menjadi penyuplai bola bagi barisan striker Laskar Rencong-julukan Persiraja.

“Saya mewakili teman-teman sudah siap untuk menjalankan instruksi pelatih,” kata Nakata pada sesi konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (27/7/2019).

Menghadapi SFC, Nakata mengaku siap menampilkan permainan terbaik, serta berusaha mencuri poin di Palembang.

“Siap bermain bagus dan memberikan hiburan buat masyarakat Palembang, dan mudah-mudahan dapat curi poin,” tegas dia.

Terkait persiapan, kata dia, tidak ada kendala, kecuali faktor kelelahan.

“Kami cukup lelah karena kemarin transit dari Kualalumpur. Kalau dari Jakarta bisa lebih cepat, karena jarak Aceh ke Jakarta hanya 3 jam. Tapi kami transit dari Kualalumpur karena tiket penerbangan yang mahal,” pungkasnya.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.