PENDIDIKAN

Siswa SMPN 26 Tetap Belajar di Ruang Kelas yang Terbakar

Sibernas.com, Palembang-Kebakaran di Kota Palembang kembali terjadi. Setelah Si Jago Merah belum lama ini meluluhlantahkan rumah penduduk di kawasab Kertapati, kali ini kebakaran kembali menghanguskan ruang-ruang kelas di SMP Negeri 26 Palembang, Rabu (24/7/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Api diduga merambat dari korsleting arus listrik, kemudian menghanguskan dua ruang kelas, satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu gudang. Kendati demikian, pihak sekolah tetap mengaktifkan proses belajar mengajar di sekolah.

Ridho salah satu siswa SMP Negeri 26 Palembang mengaku ,sedih ruang kelas di sekolahnya terbakar. Beruntung ia tetap bisa belajar.

“Baru tahu pagi ini, mudah-mudahan cepat dibangun, biar kami nyaman belajarnya,” ujar Ridho, Kamis (25/7/2019).

Lihat Juga :  Siapkan Bekal untuk Menempuh Perjalanan Panjang Menuju Akhirat

Kepala SMP Negeri 26 Palembang Misno Subroto menyampaikan, untuk menanggulangi proses belajar mengajar siswa yang belajar di ruang kelas yang terbakar dialihkan ke ruang-ruang kelas lain.

“Siswa tetap belajar, mereka kita campur dengan ruang-ruang lain. Jadi setiap ruang dari 32 siswa ada yang ditambah 3 sampai 4 siswa,” ujar Misno Subroto.

Misno menambahkan, dari ruang kelas yang terbakar satu ruang yang digunakan untuk kelas SMP terbuka. Sehingga untuk SMP terbuka tidak bisa lagi menggunakan ruang kelas ini.

“Sambil menunggu anak-anak belajar campur, kami berharap ruang kelas ini segera dibangun agar siswa kembali belajar,” harapnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang langsung meninjau lokasi. Beberapa ruang pun hangus menyisakan puing dan tembok hangus.

“Ya, setelah kami tinjau, api kemungkinan berasal dari korsleting di ruang UKS. Apalagi ruang UKS ada banyak busa dan kasur sehingga cepat merambat apinya,” ujar Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya.

Herman Wijaya berjanji akan memproses pengajuan agar ruang kelas segera dibangun kembali dan kembali nyaman dalam aktivitas belajar mengajar.

“Secepatnya kita ajukan, kalau 2019 ini mungkin belum bisa, minimal tahun depan kita ajukan di APBD. Bahkan kita akan ajukan sekalian dua lantai,” pungkasnya.

Reporter : Abdullah
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.