SUMSEL

Lahan Karet di Sumsel Terserang Wabah Penyakit

Sibernas.com, Palembang-Produksi tanaman karet di Provinsi Sumatera selatan (Sumsel) pada tahun ini mengalami penurunan akibat terserang wabah penyakit.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Fachrurrozi melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Provinsi Sumsel Rudi Arpian saat diwawancarai, Kamis (25/07/2019).

Rudi mengatakan, produksi tanaman karet pada tahun ini mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Ya, penurunan produksi tanaman karet di Provinsi Sumsel sekitar 40 persen,” katanya.

Adapun penyebab penurunan produksi tanaman karet pada tahun ini dikarenakan terserang wabah penyakit gugur daun.

“Serangan penyakit gugur daun di Provinsi Sumsel ini sudah merata hampir di setiap kabupaten/kota yang menghasilkan karet,” ujar Rudi.

Rudi menjelaskan, dari sekitar 1,1 juta hektar lahan karet yang ada di Provinsi Sumsel, hingga Triwulan I 2019 sekitar 400 ribu hektar lahan yang sudah terserang penyakit gugur daun.

“Produksi karet setelah terserang wabah gugur daun ini dari 2017-2019 tinggal 971.479 ton dan sampai Triwulan I tinggal berkurang menjadi 60 persen atau lebih kurang 583 ribu ton,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya memberikan bantuan pupuk untuk para petani sebanyak 4 ribu hektar untuk 7 kabupaten di Provinsi Sumsel.

“Ketujuh kabupaten itu yaitu Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muaraenim, Mura dan Muba masing-masing sebanyak 600 hektar.  Lalu Kabupaten OKI dan OKU masing-masing 500 hektar,” ungkap Rudi.

Lihat Juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Lakukan Pendatanganan MoU dengan PHRI Sumsel

Rudi menambahkan, selain memberikan bantuan pupuk pihaknya juga menghimbau para petani untuk membersihkan kebun karetbyang terkena wabah penyakit gugur daun tersebut.

“Pembersihan ini jangan dilakukan di satu kebun saja melainkan harus seluruh kebun yang terkena wabah penyakit, kalau tidak maka wabah penyakitnya akan kembali lagi,” katanya.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.