PALEMBANG

Cukup Bawa KTP, Masyarakat Bisa Dilayani di Rumah Sakit

Sibernas.com, Palembang-Jumlah masyarakat Kota Palembang yang baru tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga Desember 2019, sebanyak 18 persen. Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tetap melayani masyarakat yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS)

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustina mengatakan, masyarakat kurang mampu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan layanan kesehatan. Selain bisa berobat di Puskesmas, Rumah Sakit Palembang Bari tetap menerim pasien yang belum memiliki kartu KIS.

“Cukup membawa KTP (Kartu Identitas Penduduk), masyarakat bisa dilayani untuk berobat,” kata Fitrianti Agustinda usai sosialisasi JKN KIS di Hotel The Zuri, Selasa (23/7/2019).

Lihat Juga :  Kenaikan Gaji 8 Persen ASN Palembang Belum Dibayarkan, Dijanjikan Pertengahan Bulan

Fitri mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukam verifikasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendata masyarakat yang belum masuk menjadi peserta.

Alhamdulillah tingkat puskesmas bisa melayani, begitu juga RS Bari siap mengcover, karena mendapatkan jaminam kesehatan adalah hak seluruh masyarakat,” katanya.

Menurutnya, fasilitas di tingkat Puskesmas sudah lengkap bahkan ada beberapa Puskesmas yang melayani 24 jam dan ada juga rawat inap. Bila perlu, pemerintah akan memberikan beasiswa untuk dokter agar lebih ahli lagi.

“Setidaknya untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari anggaran pemkot mencapai Rp17 miliar untuk menanggung sebanyak 61.954 jiwa penduduk tidak mampu. Ini total anggaran untuk satu tahun yang sudah kita anggarkan, dulunya Jamkesda sekarang KIS atau BPJS kesehatan semua,” jelasnya.

Lihat Juga :  20 Tahun Mega Wisata, Selalu Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Palembang Ichwansyah Gani menambahkan, 95 persen masyarakat Palembang diharuskan sudah tercover BPJS Kesehatan hingga Desember mendatang. Belum tercapainya target tersebut lantaran terkendala pendataan dan harus dilakukan bersama pemerintah setempat.

“Untuk Cabang Palembang kita sudah berhasil mengcover 88 persen atau 1,4 juta jiwa warga Kota Palembang. Kendalanya di data, maka kita usulkan mendata dari sisa masyarakat yang belum tercover, bisa dilihat dari jenis pekerjaannya,” jelasnya.

Reporter : Pitria
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.