SRIWIJAYA FC

Kebobolan 16 Gol, Lawan SFC, PSPS Ganti Kiper?

Sibernas.com, Pekanbaru-PSPS Pekanbaru kemungkinan besar akan melakukan perubahan strategi saat jumpa Sriwijaya FC (SFC) pada pekan ketujuh Liga 2 di Stadion Kaharuddin Nasution, Riau, Selasa (23/7/2019), besok sore.

Dari enam laga yang telah dijalaninya di pentas Liga 2 Indonesia 2019, PSPS terbenam dengan 5 kali kekalahan dan satu kali hasil imbang. Kini PSPS hanya mampu mengumpulkan 1 poin dari hasil imbang tersebut.

Tercatat dari enam laga tersebut, gawang PSPS Riau yang dijaga oleh Ismail Hanafi, telah kebobolan sebanyak 16 kali. Ini tentu menjadi catatan buruk bagi Ismail Hanafi selaku kiper utama PSPS Riau.

Pada laga perdana saat menjamu PSMS Medan, PSPS Riau kebobolan 3 gol, dan hanya mampu membalas 2 gol ke gawang PSMS Medan. Kedua, saat menjamu Persiraja Banda Aceh, gawang Ismail Hanafi kebobolan 2 gol.

Sementara saat bertandang ke Blitar Bandung United, PSPS mendapatkan hasil imbang. Namun saat bertandang ke Tangerang, melarang Persita, PSPS dibabat habis dan Ismail Hanafi kebobolan 5 gol.

Tidak jauh berbeda, saat melawan Cilegon United, PSPS kembali dipermalukan. Ismail Hanafi harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 4 kali. Dan terakhir saat menjamu Aceh Babel United, Ismail Hanafi kembali kebobolan sebanyak 2 kali.

Dengan hasil itu, Ismail Hanafi telah kebobolan 16 kali. Dan mencatatkan sebagai kiper paling banyak kebobolan dalam Liga 2 Indonesia 2019.

Caretaker Pelatih PSPS Riau Raja Faisal saat disinggung apakah akan mengganti kiper utama PSPS Riau, mengatakan, belum bisa memastikan hal tersebut.

“Itu (pergantian kiper-red) pekerjaan rumah (PR) bagi kami,” ujar Raja Faisal dilansir dari Metropekanbaru.com, Minggu (21/7/2019).

Raja mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan olehnya untuk membenahi permainan dari PSPS Riau, yang hanya tersisa 15 pemain tersebut.

Untuk diketahui, Ismail Hanafi lahir di Sorek Dua Kabupaten Pelalalawan pada tahun 1995, Hanafi sekolah di SMA Olahraga Provinsi Riau. Dirinya sempat memperkuat beberapa tim di Provinsi Riau di antaranya Persiks Kuansing , Ps Pelalalawan, dan pemain PON Riau. Hanafi juga sempat magang di Persija selama 1 bulan dan menjadi tim punggawa PS Bengkulu, namun dirinya gagal bermain di kompetisi tersebut di karenakan konflik PSSI beberapa tahun yang lalu.

Kondisi krisis yang dialami PSPS membuat skuad Askar Bertuah
tinggal menyisakan 15 pemain saja untuk hadapi sisa liga. Semua pemain tersisa anak-anak lokal Riau. Jika Ismail Hanafi dicadangkan saat melawan SFC, maka di posisi penjaga gawang tingga tersisa Ivan Fadhilah.

Sementara komposisi belakang diisi
Danil Junaidi, Eriyanto, Hidayatullah, Susilo Irwandoyo. Sektor tengah ada
Kevin Dwi Yulian Putra, M Yoga Pratama, Muhammad Mukhlis, Muhammad Zulhairi, Fadau, Rido Rinaldi. Sementara di depan ada Fachri Alhayani, Riki Dwi Saputro dan Yudhi Adytia Pratama.

Sementara Pelatih SFC Kas Hartadi tidak mau ‘terjebak’ dengan kondisi yang dialami PSPS. Fokusnya adalah membenahi tim sendiri dan mendapatkan poin tiga untuk tetap bertahan di papan atas klasemen.

“Kalau kita mau memperbaiki peringkat, pertandingan melawan PSPS kita harus bisa memenangkan. Tapi kita juga tidak boleh takabur dan over confidence. Fokus kepada tim sendiri dan target tiga poin,” ujar Kas Hartadi, Senin (22/7/2019).

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.