PENDIDIKAN

Selektif Pilih Sekolah Anak, Jangan Kedepankan Ego

Sibernas.com, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru siap memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia jika terbukti adanya pelanggaran Prosedur Tetap (Protap) dalam pelaksanaan orientasi yang menyebabkan satu orang siswanya tewas.

Deru mengatakan, pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait tersebut, bahkan pembina dari sekolah telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

“Kita lihat kurikulumnya, saya tidak sembarang mau ngomong tutup-tutup, kasihan sama siswa yang ada, karena proses kegiatan belajar mengajar sudah lama berjalan. Tapi kalau memang syaratnya tidak terpenuhi dalam masa orientasi siswa itu, kita akan tegur keras sekolah itu, kalau tidak bisa ditegur keras ada tingkatan lagi untuk mereka,” kata Herman Deru, Rabu (17/7/2019).

Lihat Juga :  Siapkan Bekal untuk Menempuh Perjalanan Panjang Menuju Akhirat

Dia mengimbau kepada wali murid agar lebih selektif memilih sekolah untuk anak dengan tidak mengedepankan ego.

“Sudah nggak jamannya lagi pelonco, nggak jamannya lagi, tapi memang sekolahnya gaya-gaya militer. Saya heran orangtua mau sekolah kan anak-anak di tempat seperti itu. Akan dilihat, ini ulah oknum atau protap, kalau protap, sekolahnya yang kita sanksi,” ujar Deru.

Untuk diketahui, kegiatan orientasi di sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia memakan korban jiwa. DBJ (14) harus tewas setelah dianiaya oleh pembinanya yakni Obby Frisman Arkataku (24) yang ditetapkan sebagai tersangka. Selain itu, satu siswa lagi yakni WJ (14) masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit RK Charitas Palembang.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.