NASIONAL

Puluhan PHL Demo PT Jakabaring Sport City

SIBERNAS.com, Palembang –  Gaji sudah lama tak dibayarkan Puluhan Pekerja Harian Lepas (PHL) Jakabaring Sport City (JSC)demo, mendatangi kantor PT JSC yang ada di kawasan Wisma Atlet JSC, Senin (15/7/2019).

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT JSC, Meina Paloh membantah jika ada permasalahan tunggakan gaji PHL yang bekerja untuk JSC. Ia mengklaim sudah melakukan pembayaran dengan para PHL.

Ia pula membantah jika tunggakan gaji PHL mencapai 4 bulan. Ia menyebutkan bahwa para pekerja sudah melakukan kasbon ke PT JSC.

“Nggak mungkinlah 4 bulan. Tanya sama mereka, mereka kasbon nggak,” ujarnya.

Meina menginformasikan bahwa setiap bulannya para PHL kasbon Rp 1juta. Bahkan sebelum Hari Raya Idul Fitri diberikan THR dari PT JSC.

“Tanya mereka, THR dikasih nggak, dapat nggak THR. Tanya bulan Maret dapat nggak satu bulan gaji,” ungkapnya.

R, seorang PHL mengatakan, gaji yang belum dibayarkan oleh manajemen PT JSC hampir 4 bulan lamanya, terhitung sejak April lalu hingga saat ini.

Terakhir menerima gaji penuh pada Maret 2019 lalu.

Diakuinya bahwa manajemen selama ini memberikan solusi dengan cara kasbon.

“Memang dapat pinjaman. Tapi pinjaman itu Rp1 juta saja, itupun tidak ada pengumuman dari mereka (PT JSC). Kami datang sendiri mengajukan pinjaman dan itupun susah.”

“Kalau kita mau pinjam Rp1 juta, belum tentu dapat Rp1 juta. Bisa saja dapat Rp500 ribu, Rp100 ribu, kadang tidak dapat sama sekali.”

“Jadi kami datang kesini untuk tanyakan kepastian kapan gaji kami akan dibayarkan full,” kata R yang tak ingin namanya disebut secara terang saat didatangi, Senin (15/7/2019).

Oleh sebab itu, lanjut R dirinya dan teman-teman kembali mendatangi kantor PT JSC. Ini bukan pertama kalinya para pekerja yang menyapu kawasan JSC ini mendatangi kantor PT JSC.

Sebelumnya jelang hari raya Idul Fitri Mei lalu sudah menuntut gaji.

“Kami mau ambil gaji sendiri saja susah. Mana lagi saya ini suami istri kerja disini, darimana kami dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi anak mau sekolah,” ujarnya.

R juga mengaku selama ini belum pernah bertemu dengan Dirut PT JSC langsung, hanya tahu namanya saja.

“Kami ini sangat ingin bertemu dengan Dirut yang baru karena selama ini kami hanya tahu namanya saja.”

“Kami ingin mengutarakan kesusahan kami dengan beliau, tapi selalu bilang tidak ada saat kami ingin bertemu. Percuma kalau kami kesini selalu bawahan yang nemui kami. Bawahannya kan tidak bisa kasih solusi,” ucapnya dikutip dari tribunsumsel.com

Lihat Juga :  Raih Suara 3 Persen di Bali, Timnas AMIN Salahkan Saksi

Ia menyebutkan sistem upah yang diberikan manajemen PT JSC adalah harian yang per harinya Rp80-85 ribu.

Jika satu hari saja pekerja tidak hadir, maka akan dipotong sebanyak berapa hari pekerja absen.

“Kami Pekerja Harian Lepas makanya gajinya dihitung per hari. Tapi tetap saja digajinya sebulan sekali. Kalau untuk gaji saya sendiri sisanya masih ada Rp5 juta sekarang ini yang belum dibayarkan. Bagaimana lah, orang warung tidak mau lagi percaya, kami mau berhtang tapi mereka seperti tidak percaya bahwa kami belum gajian,” ucapnya.

“Saat itu sama, kami menuntut gaji kami. Dan Alhamdulillah mereka kasih THR kami sangat bersyukur. Tapi kan kami sekarang harus memenuhi kebutuhan kami, kami tidak ada penghasilan apa-apa lagi selain mengharapkan gaji disini,” tukasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.