SUMSEL

Herman Deru: Hujan Buatan Belum Diperlukan

Sibernas.com, Palembang-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini belum memerlukan hujan buatan, meskipun telah memasuki musim panas.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, penerapan modifikasi cuaca atau hujan buatan yang direncanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel dinilai Gubernur dapat memakan biaya yang tidak sedikit.

“Modifikasi cuaca itu baru akan kita lakukan kalau dikondisi tertentu misalnya, kemarau panjang baru kita terapkan. Modifikasi cuaca ini biayanya mahal dan apalagi di Sumsel masih akan turun hujan yang intensitas tinggi,” kata Herman Deru, kemarin.

Walaupun modifikasi cuaca belum akan diterapkan, namun Pemerintah sudah menyiapkan alat untuk memperkuat penangan Karhutla di Sumsel berupa pompa dan bor. Kedua alat tersebut merupakan bantuan dari Tiongkok.

Lihat Juga :  32 jam Berkobar, Puluhan Hektar Lahan Gambut di Sumsel Terbakar

“Pompa ini double action bisa supply dan mengeluarkan air. Contohnya ada di Pemulutan dekat Tol Palindra,” ujar Deru.

Deru mengungkapkan, tak bisa dipungkiri Sumsel mempunyai 1,4 juta Ha lahan gambut yang berpotensi terjadinya Karhutla.

“Terlepas apakah human error atau tidak, kita akui Sumsel punya lahan tak produktif itu banyak. Oleh karenanya, kedepan lahan-lahan tidur ini harus dioptimalkan seperti dijadikan lahan persawahan. Sumsel sudah dapat harga 200 ribu untuk pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Penanggulangan Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan bahwa BPBD Sumsel telah meminta bantuan ke Pusat. Bantuan yang diusulkan yakni untuk mengirimkan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menciptakan hujan buatan.

Lihat Juga :  Bantuan Rumah Berbasis Komunitas, Satu Orang Dapat Rp30 Juta

“Kita sudah ajukan. Sekarang ini masih diproses dan dibahas oleh BNPB dan juga BPPT. Kemungkinan besar akan dilakukan hujan buatan. Tapi masih menunggu perkembangan cuaca,” katanya

Namun, sejauh ini guna mengantisipasi terjadinya Karhutla di Sumsel, pihaknya sudah mensiagakan sebanyak 4 helikopter untuk waterbombing. Keempat helikopter tersebut masing-masing 1 unit heli WB Mi-8 UR-CNC, Mi-8 RA 22583, Mi-8 RA 22747, dan Mi-8 RDPL 34140.

“Di tahap pertama sudah ada tiga heli, kemudian Sumsel dapat bantuan heli lagi dari BNPB satu heli untuk waterboombing di area terbakar,” ungkap Ansori.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close