EKONOMI

Cabai Sumbang Inflasi Tertinggi

Sibernas.com, Palembang-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat inflasi Juni 0,55 persen. Inflasi tersebut disumbang oleh cabai merah dan daging ayam ras.

“Inflasi pada Juni 0,55 persen. Cabai merah dan daging ayam ras masih mempengaruhi terjadinya inflasi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih, kemarin.

Endang mengatakan, kelompok bahan makanan tersebut masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi di Sumsel. Kemudian, untuk angkutan udara yang sebelumnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi lantaran kenaikan tarif dan sudah turun.

“Kan awal Juli ini untuk beberapa maskapai mengalami penurunan, tapi karena baru jadi belum berdampak. Sebaliknya, untuk angkutan darat mengalami peningkatan begitu angkutan laut yang meningkat drastis. Masyarakat banyak beralih menggunakan angkutan darat dibandingkan udara, apalagi musim mudik kemarin,” katanya.

Lihat Juga :  EVOS dan Bluebird Berkolaborasi untuk Menghadirkan Perjalanan Nyaman bagi EVOS Fams.

Dijelaskannya, bahkan cabai merah di Kota Palembang merupakan komoditas tertinggi yang memberi andil inflasi yaitu sebesar 0,28%.  Kemudian disusul kenaikan harga emas perhiasan, daging ayam ras dan ketimun.

“Di Palembang ada 111 komoditas dari total 386 komoditas yang mengalami kenaikan harga sementara 45 komoditas kami catat mengalami penurunan harga,” jelas Endang

Endang mengungkapkan, sementara untuk Kota Lubuk Linggau, cabai merah juga menjadi komoditas tertinggi untuk andil inflasi sebesar 0,24%. Disusul tomat sayur, ketimun, angkutan antarkota dan daging ayam ras.

“Ada 252 komoditas yang kami pantau pergerakan harganya di Lubuk Linggau, di mana 72 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 20 komoditas turun harga,” ungkapnya seraya mengatakan bahwa Palembang dan Lubuklinggau menjadi dua daerah di Sumsel yang menjadi daerah dilakukan survei.

Lihat Juga :  VADS Indonesia Client Gathering 2024 “Leveraging The Modern Contact Center to Drive Your 2024 CX Strategy”

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.