SUMSEL

Gubernur Minta Dispensasi Pajak UMKM

Sibernas.com, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meminta agar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diberikan dispensasi terkait pajak pada rumah makan dan kedai pempek yang dikenakan pajak 10 persen.

Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai usai membuka rapat koordinasi fkub kabupaten/kota se sumsel di ruang Rapat Bina Praja, Kamis (11/7/2019).

Deru mengatakan, dirinya masih terus mempelajari persoalan tersebut, pasalnya tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan hal itu baik melalui media massa ataupun media sosial.

“Pada dasarnya saya mendukung kebijakan Psmerintah Kota Palembang tersebut, terlebih tujuannya adalah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mau memberikan dispensasi bagi pelaku UMKM terutama bagi mereka yang miliki usaha kecil.

“Entah berapa jumlah hitungannya tapi kalau bisa ada dispensasi bahkan bila perlu ada insentif bagi mereka (UMKM),” ujar Deru

Lihat Juga :  Buka FGD Karhutbunla, Deru: Kita Inventarisir, Kalau Memang Melanggar Cabut Saja Izinnya

Sementara itu, Humas Asosiasi Pengusaha Pempek Jimmy mengatakan, sosialisasi yang diberikan pemerintah terkait penerapan kebijakan ini masih kurang terlebih bagi mereka pedagang kecil yang mungkin baru merambah usaha ini.

“Dibilang terlalu mendadak tidak juga memang sejak dulu sudah ada pajak 10 persen restoran ini, dipelaksanaannya belum begitu efektif karena kebijakan 10 persen baru berlaku pada pelaku usaha pempek yang sudah besar dengan transaksi jual belinya menggunakan komputerisasi atau mesin kasir,” katanya.

Namun hal ini belum berlaku bagi pedagang kecil atau rumahan yang notabennya minim sosialisasi sehingga hal ini cukup memberatkan.

“Sebaiknya pemerintah memberikan sosialisasi dulu pada mereka, apakah dilakukan pertemuan atau memasang banner. Sehingga, baik pembeli ataupun pihaknya sebagai penjual bisa tahu, bahwa ada kenaikan harga bukan dibuat-buat oleh pedagang tapi karena memang ada pengenaan pajak ini sehingga perlu menyesuaikan harga baru agar tidak rugi,” ujar Jimmy.

Lihat Juga :  Sebuah¬†Sekolah Dasar di Empat Lawang Ludes Terbakar

Jimmy mengungkapkan, sebagai salah satu contoh pengusaha pempek rumahan, Ia pun terpaksa harus merubah harga jual menjadi Rp1.700 dari sebelumnya Rp1.500 perbiji.

“Kalau pelaku usaha yang outletnya sudah besar kemungkinan tidak ada lagi kenaikan, sebab dengan harga jual sekitar Rp3 ribu perbiji sudah termasuk pajak. Lah, kalau kami naik pasti konsumen tanya dong. Makanya harga naik harus juga diimbangi dengan ukuran pempek biar konsumen masih mau beli,” ungkapnya seraya menambahkan pihaknya meminta agar pemerintah mau duduk bersama agar kebijakan yang diterapkan tidak memberatkan pedagang pempek skala kecil.

Reporter : Maulana
Editor : Zahid Blandino

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close