OLAHRAGA
Trending

Aklamasi Kemungkinan Muncul saat Pemilihan Ketum KONI Sumsel

Sibernas.com, Palembang-Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) baru akan digelar pada akhir Juli 2019, sembari menunggu rekomendasi dari KONI Pusat.

Meski pendaftaran calon Ketua Umum KONI Sumsel belum dibuka, namun sudah ada tiga nama yang disebut-sebut akan maju memimpin induk organisasi olahraga di Sumsel itu. Ketiga calon itu, Ketua Pengprov Persatuan Angkat Besi dan Binaraga (PABSI) Sumsel Hendri Zainuddin, Ketua KONI Kota Palembang Suparman Romans, dan Ketua Cabor Tenis Lapangan Asnawi HD. Namun, nama terakhir sudah menarik diri dari bursa pencalonan.

Kini, tinggal tersisa dua nama, Hendri Zainuddin dan Suparman Romans. Khusus, Hendri Zainuddin terlihat gencar melakukan sosialisasi dan berupaya menarik dukungan dari KONI Sumsel, Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor), dan mengklaim sudah mendapat dukungan 60 persen suara cabor. Sementara Suparman Romans, belum terlihat ‘gerakannya’.

Disebut juga, salah satu calon juga sudah mendapat ‘restu’ dari Gubernur Sumsel Herman Deru, dan kandidat itu mengarah kepada sosok Hendri Zainuddin. Bahkan, ada kemungkinan Musprovlub KONI Sumsel mengarah ke proses aklamasi, atau pernyataan setuju secara lisan peserta Musprovlub tanpa melalui pemungutan suara.

Bahkan, saat menyampaikan visi dan misi sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (9/7/2019), Hendri Zainuddin mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan Gubenur Sumsel Herman Deru. Bahkan HZ-sapaan akrabnya sudah menjanjikan pemberian dana stimulan atau subsidi yang angkanya lumayan besar. Rinciannya, Rp100 juta untuk 17 kabupaten/kota, dan Rp50 juta sampai dengan Rp75 juta untuk 54 Pengprov Cabor.

Proses aklamasi bisa saja terjadi seperti yang terjadi pada Musyawarah Organisasi Nasional (Musornas) KONI Pusat, di mana Marciano Norman resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Lihat Juga :  Muba United Rekrut Mantan Pelatih Persebaya Surabaya

Marciano ditetapkan sebaga ketua umum tanpa melalui proses pemilihan karena jadi calon tunggal dalam pemilihan kali ini. Hal ini terjadi karena kandidat calon Ketum Muddai Madang tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Musprovlub KONI Sumsel akan memperebutkan 73 suara. Terdiri dari 17 KONI Kabupaten/Kota se-Sumsel, 54 cabang olahraga dan Badan Fungsional, yakni Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Sumsel, satu suara dari KONI Sumsel dan satu suara dari KONI Pusat. Lalu, apa kata kandidat mengenai kemungkinan proses aklamasi?

Hendri Zainuddin, yang dibincangi usai menyampaikan visi dan misinya mengatakan, sudah memasang target agar Musprovlub KONI Sumsel berakhir secara aklamasi, demi kebaikan bersama

“Target kita aklamasi, demi kepentingan olahraga bersama. Jika tidak terjadi ribut-ribut kan lebih enak, daripada penarikan suara hasilnya tidak bagus. Saya harap Musprovlub KONI berakhir dengan aklamasi,” harap Hendri.

Jika nanti skenario aklamasi tidak terjadi, Hendri mengaku siap jika pemilihan Ketua Umum KONI Sumsel dilakukan melalui proses pemungutan suara. Apalagi, dia sudah mendapat dukungan mayoritas suara KONI kabupaten/kota dan Pengprov Cabor.

“Dukungan KONI kabupaten dan kota sudah 60 persen, tinggal ambil surat dukungan. Kalau dari 54 cabor sudah 20 yang dukung. Saya sudah menghubungi para pengurus dan sampaikan visi dan misi, itu untuk kebaikan semua,” beber Manajer SFC tersebut.

Jika terpilih, Hendri sangat serius mengelola olahraga di Sumatera Selatan. Apalagi, Sumsel punya fasilitas mewah, namun minim prestasi.

“Dari situ saya terpanggil dan ingin membuat Sumsel bangga. Kita sebetulnya sudah punya payung hukumnya, ada Perda Olahraga dan undang-undang. Tinggal kita koordinasi, dan saya sudah menyiapkan target jangka pendek dan jangka panjang,” pungkas Hendri.

Lihat Juga :  Muba United Rekrut Mantan Pelatih Persebaya Surabaya
Ketua KONI Kota Palembang Suparman Romans

Peta Kekuatan Masih Dinamis

Lalu apa kata Suparman Romans? Parman-sapaan akrabnya mengatakan, saling klaim dalam mencari dukungan adalah hal yang lumrah, karena para kandidat tentu ingin meyakinkan para pemilik suara bahwa dia sudah mendapatkan mayoritas dukungan, baik Pengprov Cabor maupun KONI kabupaten/kota.

“Namun secara kongkrit nanti akan terlihat setelah dukungan formal diberikan melalui surat pernyataan dukungan dari Pengprov Cabor dan KONI kabupaten dan kota,” kata Suparman Romans.

Namun, ada hal yg sangat prinsip dan harus menjadi komitmen bersama para kandidat, bahwa kontestasi pemilihan Ketum KONI adalah kontestasi para pelaku olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan sportifitas. Tidak seperti kontestasi politik yang penuh intrik, rivalitas, saling menjatuhkan dan saling menjelekkan antara satu kandidat dengan kandidat lainnya.

“Musorprovlub KONI Sumsel harus menjadi pestanya insan olahraga, dan forum urun rembuk yang mencerminkan semangat kebersamaan, satu untuk semua, semua untuk satu, semuanya untuk mendukung prestasi dalam bingkai visi Sumsel maju,” urainya.

Mengenai kemungkinan calon dipilih aklamasi bukan hal yang tidak mungkin, karena sudah beberapa kali pemilihan Ketua Umum KONI sumsel dipilih secara aklamasi. Namun tentu keputusan final ada di tangan para pemilik suara, dan juga kepiawaian kandidat untuk meyakinkan para pemilih dalam forum Musorprovlub.

“Yang jelas peta kekuatan masing-masing kandidat masih dinamis. Dari sebagian cabor dan KONI kabupaten dan kota kami masih melihat perkembangan hingga titik akhir menjelang Musorprovlub, yakni saat rapat Aggota KONI Sumsel bulan Juli ini,” beber Ketua Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten Palembang Ulu (P3KPU) tersebut.

Reporter/Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close