PALEMBANG

Minim Armada, DLHK Kewalahan Angkut Sampah

Sibernas.com, Palembang-Minimnya armada angkutan sampah yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang menjadi salah satu permasalahan menumpuknya sampah di lingkungan kota.

Kepala DLHK Kota Palembang Alex Fernandus mengatakan, armada pengangkut sampah yang dimiliki DLHK ada 104 unit. Namun yang bisa beroperasional sebanyak 80 unit.

“Dari jumlah tersebut 40 unit kendaraan digunakan untuk mengangkut sampah pasar dan sisanya 40 untuk sampah di lingkungan kota,” kata Alex Fernandus, Selasa (9/7/2019).

Dengan jumlah armada yang hanya 40 unit diakuinya memang tidak mampu sepenuhnya mengangkut sampah.

“Excavator harusnya punya 8 armada tapi adanya hanya 2 unit, dozer harus 4 malah sekarang kita tidak punya. Makanya kita usulkan bantuan truk 10 unit, kontainer 10, dozer 2 unit,” jelasnya.

Lihat Juga :  APBD Tak Cukup Perbaiki 20 Halte, Pemkot Andalkan CSR

Ia meminta semua instansi baik lurah, camat, RT, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) pun ikut menanggulangi sampah terutama di median taman jalan.

“Semuanya harusnya berperan aktif, tidak hanya mengandalkan DLHK. Seperti sampah di kiri dan kanan Jalan Kertapati. Sampah disana bisa sampai 6 truk perhari atau 12 bak sampah. Ke depan diharapkan PD Pasar bisa mandiri dan beli kendaraan sendiri. Sehingga armada yang digunakan sekarang bisa dialihkan untuk mengangkut sampah kota,” jelasnya.

Selain itu, untuk menanggulangi sampah, pihaknya akan melakukan pengaturan waktu pengangkutan sampah ke TPA. Mobil sampah milik DLHK akan masuk mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB Sedangkan mobil sampah pihak swasta mulai dari pukul 14.00 WIB ke atas.

Lihat Juga :  Ada 30 Ribu Titik Blank Spot, Pemkot Palembang Dapat 100 Titik Lampu Jalan Bantuan Developer

“Pengaturan ini agar efisiensi waktu dengan jumlah kendaraan yang ada bisa mengangkut sampah sehingga meminimalisir penumpukan di TPS,” jelasnya.

Dengan diatur jam ini, ia mengaku optimis masalah penumpukan sampah akan segera teratasi.

“Seperti penumpukan di median jalan sekitar Kertapati. Jika pukul 06.00 WIB sudah kita angkut sampahnya, maka saat warga membuang sampah lagi tidak ada penumpukan,” terangnya.

Reporter : Pitria
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.