LIFESTYLE

Dilarang dalam Agama Islam, Pernikahan Sedarah Berakibat Fatal Bagi Kesehatan Anak, Ini Dampaknya

SIBERNAS.com – Pernikahan sedarah yang terjadi beberapa waktu lalu mengejutkan dan menjadi perhatian pubklik  yang mana seorang pria di Bulukumba yang nikahi adiknya sendiri  pernikahan sedarah ini selain berdampak buru terhadap keturunan juga sudah jelas dilarang dalam agama.

Pernikahan sedarah merupakan hal yang paling dihindari oleh masyarakat Indonesia. Namun baru-baru ini publuk dihebohkan dengan kisah seorang pria di Bulukumba yang selingkuh dan menikahi adik kandungnya sendiri.

Hal ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan sang anak.

Talasemia

Melansir laman depkes.go.id, Rabu (3/7/2019), Talasemia merupakan penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati.

Penyakit ini terjadi akibat gangguan pembentukan rantai globin yang merupakan komponen sel darah merah.

Pihak Dinas Kesehatan Republik Indonesia telah mengimbau agar tidak melakukan pernikahan sedarah untuk mengindari penyakit ini.

Lihat Juga :  Kabut Asap Makin Pekat, Rumah Zakat Bagikan Masker

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan perdarahan akibat kurangnya produksi salah satu faktor pembekuan darah dalam tubuh.

Penyakit ini menyebabkan tubuh penderita tidak mampu menghentikan perdarahan apabila penderita terluka dan mengalami perdarahan.

Melansir laman depkes.go.id, Keadaan ini dapat menimbulkan kecacatan fisik penderita dan berujung kepada kematian apabila tidak atau terlambat ditangani.

Hingga saat ini pengobatan untuk penyakit hemofilia masih dipelajari oleh para ahli.

Mikrosefali

Pernikahan sedarah akan mengakibatkan anak yang dilahirkan mengalami mikrosefali.

Melansir laman Intisari, Rabu (3/7/2019), mikrosefali merupakan kondisi dimana seorang anak lahir dengan kepala kecil, karena otak tidak berkembang.

Pernikahan inses atau pernikahan sejenis bisa menjadi penyebab kondisi mikrosefali.

Lihat Juga :  Rumah Zakat Hadir di Peringatan Bulan Prb Nasional di Bangka

Kasus bibir sumbing sering dialami oleh anak di Indonesia.

Melansir laman Intisari, bibir sumbing terjadi di atap mulut tidak terbentuk dengan benar.

Sehingga bagian ke saluran sinus juga terbuka yang membuat anak sulit makan, menelan, bernapas, hingga sulit berbicara.

Salah satu faktor penyebabnya adalah karena pernikahan sedarah.

Asimetri Berat

Asimetri berat sering terjadi pada penderita di area wajah.

Melansir laman Intisari, penderita asimetri akan memiliki wajah yang asimetri atau bisa dibilang sisi kanan dan sisi kiri tidak sama.

Mata bisa lebih tinggi atau rendah, telinga mungkin tidak rata, dan mulut akan mengalami kemiringan.

Hindari keturunan inses dengan tidak menikah dengan saudara kandung, karena gen anak akan sama 100 persen.

Editor : Handoko

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close