BERITA UTAMALIFESTYLEOLAHRAGA
Trending

Boleh Dukung SFC, Asal Jangan Tinggalkan Sholat

Waktu pertandingan SFC bersamaan dengan waktu Sholat Ashar. Apalagi di dalam stadion tidak memiliki tempat sholat yang memadai. Jadi jangan sampai karena loyalitas mendukung Laskar Wong Kito, ibadah wajib diabaikan begitu saja.

SIBERNAS.com, PALEMBANG-Kompetisi Liga Indonesia musim 2019 sudah dimulai. Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan penggila sepakbola.

Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak, ribuan bahkan puluhan ribu jiwa hadir dengan segala atribut kreatifitasnya.

Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki Sriwijaya FC (SFC) yang musim ini harus rela bermain di Liga 2. Meski kini harus bermain di kasta kedua sepakbola Indonesia, namun dukungan suporter dan masyarakat masih sangat tinggi. Terbukti, saat menjamu Perserang Banten, Minggu (23/6/2019) sore, hampir 7 ribu orang memadati Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Namun, karena asyik menonton SFC bertanding, banyak suporter yang mayoritas beragama Islam, lupa dengan kewajiban sholat 5 waktu. Apalagi, di Tribun Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring minim fasilitas mushola. Seolah menjadi alasan mereka untuk pasrah, akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban sholat begitu saja.

Apalagi, jadwal pertandingan yang ditetapkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bertepatan dengan Sholat Ashar pukul 15.30 WIB. Sementara pertandingan malam hari dilaksanakan pukul 19.00 WIB, hanya berjarak sedikit dengan waktu Sholat Maghrib.

Nah, untungnya sejumlah pendukung Laskar Wong Kito masih memiliki kadar keimanan, dengan menyiapkan mushola seadanya yang terletak di Tribun VIP. Meski sederhana, tapi mushala ini memiliki sajadah, kain sarung, mukenah, sandal jepit, serta dua keran untuk tempat berwudhu.

Pendukung SFC menyempatkan diri untuk sholat, saat pertandingan SFC digelar.

Agus Aryanto, pendukung SFC sekaligus penggagas pendirian mushala saat dibincangi redaksi As SAJIDIN mengatakan, ide pembuatan mushala menyusul kesulitan suporter SFC saat hendak melaksanakan sholat, terutama Sholat Ashar dan Magrib yang memiliki waktu relatif singkat.

Lihat Juga :  7026 Peserta Berebut Masuk Unsri Jalur USMB

“Awalnya di Tribun VIP hanya disediakan ambal ukuran 2×3 meter dan hanya muat sekitar 10 orang. Suporter yang mau sholat harus bergantian, dan bercampurnya shaf laki-laki dan perempuan. Terkadang yang perempuan tidak bawa mukenah sehingga harus meninggalkan sholat. Jadi persoalan ini yang menjadi awal pendirian mushala, dengan menyiapkan perlengkapan sholat,” ucap Agus Aryanto, Selasa (25/6/2019).

Setelah itu, dia mulai mencari sumbangan untuk menyiapkan peralatan sholat. Langkahnya ini rupanya banyak yang merespon dengan memberikan bantuan, di antaranya Manajer SFC Hendri Zainuddin, H Dinar Hadi dan bagian keuangan SFC Roby.

“Akhirnya terkumpul dana Rp2 juta, karena bagi yang mau menyumbang dibatasi maksimal Rp500 ribu, agar yang lain memiliki kesempatan untuk sedekah,” kata Agus, yang sehari-hari berjualan kaos dan jersey olahraga.

Agus Aryanto bersama pendukung SFC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Dari uang sebesar Rp2 juta itu, dia mendapatkan empat sajadah  panjang 4 meter, tiga sajadah kecil, tiga buah sarung, lima mukenah dan lima sandal wudhu.

Alhamdulillah walau tempat nya seadanya, para fans masih bisa menunaikan ibadah sholat. Selesai pertandingan, perlengkapan sholat kami bawa pulang untuk dibersihkan. Saya dibantu oleh kedua teman, Budi dan Aldi. Mereka ini pedagang kaos SFC di stadion. Saat SFC kembali bertanding, perlengkapan sholat kami pasang kembali,” tukasnya.

Agus menambahkan, sebetulnya mereka sudah lama mengusulkan dibuat mushola di setiap tribun stadion, tapi pengelola berpikir di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) sudah memiliki masjid, yang letaknya di depan Wisma Atlet Jakabaring.

Lihat Juga :  32 jam Berkobar, Puluhan Hektar Lahan Gambut di Sumsel Terbakar

“Harapan ke depan, semoga di setiap tribun disediakan tempat sholat, walau kecil asal bersih dari najis. Bila di setiap tribun tersedia tempat sholat, minimal orang-orang yang sholat bisa mendoakan yang tebaik buat SFC,” pungkas pria berkepala plontos itu.

Adanya mushola di Tribun VIP ini sangat disyukuri pendukung SFC, yang hadir langsung ke stadion untuk mendukung perjuangan Laskar Wong Kito. Terutama bagi kaum perempuan yang tidak sempat membawa mukenah.

“Ya, sangat terbantu, karena saat nonton ke stadion kami jarang membawa mukenah. Harapannya, di setiap tribun ada tempat sholat, jangan di Tribun VIP saja, karena banyak juga penonton yang membeli tiket di Tribun Barat Atas, Timur, Utara dan Selatan, karena harganya lebih murah. Jangan sampai karena asyik menonton SFC, ibadah sholat ditinggalkan,” ujar Ira, salah satu perempuan pendukung SFC.

Nah sekarang pertanyaannya, apakah masih mau meninggalkan sholat hanya karena mendukung SFC? Apakah tidak takut dengan azab di akhirat nanti?  Percuma kita mendoakan SFC juara dan lolos ke Liga 1 musim depan apabila tidak sholat.

Apalagi, yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang sholatnya. Apabila sholatnya baik, maka dia beruntung dan sukses, dan apabila
sholatnya buruk maka dia kecewa dan merugi (HR Annasa’i dan Attirmidzi). Yuk, sama-sama introspeksi diri.

Penulis : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close