NASIONAL

Wow, Fakultas Kedokteran Hewan dan FMIPA Berkolaborasi Berhasil Ciptakan Energi listrik dari limbah Rumah Potong Hewan

SIBERNAS.com, Malang – Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil meciptakan energi listrik  dengan memanfaatkan limbah air RPH (Rumah Potong Hewan). Mereka adalah Hendra Surawijaya dan Elfahra Casanza Amada (FKH) dan Rizhaf Setyo Hartono (FMIPA)

Tiga mahasiswa tersebut dari Fakultas Kedokteran Hewan dan FMIPA berkolaborasi sehinga berhasil menciptkan  energi lsirik dari limbah air Rumah Potong Hewan,dengan dibimibing dr h Ani Setianingrum MSc.

Nama produknya SHOWER (Slaughtering House Waste Water).

Kegiatan mereka didanai Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

“SHOWER adalah inovasi rancang bangun alat pemanfaatan bakteri limbah air rumah potong hewan dengan konsep bernama Agar Salt Bridge,” jelas Rizhaf dalam rilisnya, Rabu (19/6/2019).

Lihat Juga :  CPNS 2019 Resmi Dibuka 25 Oktober, Ini Syarat dan Formasi Paling Banyak Dibutuhkkan

Teknologi SHOWER diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Limbah air yang biasanya tidak sedap bisa jadi alternatif energi terbarukan.Mekanisme kerjanya yaitu air limbah RPH yang telah diambil ditampung ke dalam chamber penyimpanan.

Di tempat itu dicampur dengan Effective Microorganisme 4 (EM4) untuk menghilangkan bau pada air limbah.Selanjutnya dimasukkan ke dalam chamber dan ditambahkan manitol salt agar dan garam elektrolit.

Bakteri akan mengoksidasi substrat dan menghasilkan elektron dan proton pada anoda.Elektron ditransfer melalui sirkuit eksternal, sedangkan proton didifusikan melalui separator membran manitol salt agar menuju katoda. Beda potensial elektron dan proton akan menghasilkan arus listrik.

“Energi listrik yang dihasilkan dari limbah air Rumah Potong Hewan dapat menjawab tantangan zero waste dan mengurangi pencemaran lingkungan,” kata dia dikutip dari suryamalang.tribunnews.com

Lihat Juga :  Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 jadi Rp 754.000 per Gram

Ketua Tim, Hendra Surawijaya menyebutkan alat ini sebagai sumber energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan, efisien, murah, dan mudah digunakan.

Karena itu berpeluang bisa dikembangkan. Apalagi konsumsi energi Indonesia cukup tinggi karena pertumbuhan ekonomi.Namun disisi lain juga harus dipikirkan krisis energi dan solusinya.

Editor : Handoko Suprianto

 

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close