SUMSEL

Bank Indonesia Upayakan Kopi Sumsel Go Internasional

SIBERNAS.com, Palembang – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan untuk mewujudkan kopi Sumsel di ekspor ke internasional pihaknya bakal membentuk gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada di lima wilayah penghasilan kopi terbesar di Sumsel yaitu di Kabupaten Empatlawang, Lahat, Kota Pagaralam, Muaraenim dan OKU Selatan.

“Kami akan berikan pelatihan kepada para petani kopi dan memberikan bantuan mesin kepada para petani, agar ciptakan kopi berkualitas sehingga bisa go internasional,” ujarnya saat memberikan capacity building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumsel di Hotel Hard Rock Bali, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, kesuksesan Bank Indonesia Bali membawa kopi Pulau Dewata Go Internasional membuat pihaknya ingin mencontoh kesuksesan tersebut.

Lihat Juga :  Tarif Tol Indralaya-Prabumulih, Mulai Berlaku Hari Ini

BI Provinsi Sumsel juga mendirikan Rumah Kopi Sumsel untuk memajukan kopi yang ada di Sumsel.

Rumah Kopi Sumsel sendiri diharapkan dapat menjadi showcase bagi kopi Sumsel agar lebih dikenal dan menjadi akses bagi perdagangan kopi Sumsel untuk pembeli domestik maupun internasional.

“Kopi Bali kita tahu sendiri sudah go internasional, Sumsel juga memiliki potensi itu karena kita tahu sendiri Sumsel ini menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia,” jelasnya dikutip dari tribunsumsel.com

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan, tipikal perekonomian di Provinsi Bali adalah pariwisata, semakin tinggi wisatawan yang berkunjung di Bali maka perekonomian di Bali akan terus tumbuh.

Lihat Juga :  Pj Gubernur Sumsel Imbau Masyarakat Jaga Iklim Kondusif di Sumsel hingga Pilkada Mendatang

Meski demikian, destinasi wisata Bali juga masih banyak menuai komplain dari wisatawan mancanegara seperti kemacetan, sampah dan atraksi tradisional.

“Komplain wisatawan mancanegara negara di Bali adalah kemacetan dan sampah inilah yang jadi masukkan kami kepada pemerintah daerah,” terangnya.

Selain sektor pariwisata, Bank Indonesia Bali saat ini juga terus mendorong beberapa sektor perekonomian lain yakni pertanian, perkebunan dan sektor ekonomi kreatif.

“Selain pariwisata beberapa sektor inilah yang juga bakal kami dorong dan kembangkan di Bali ke depan,” bebernya.

Editor : Handoko

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.