BERITA UTAMA

Prada DP : Saya Menyesal dan Mohon Maaf

SIBERNAS.com, PALEMBANG-Prajurit Dua (Prada) TNI Deri Pramana mengakui dirinya membunuh dan memutilasi kekasihnya, Vera Oktaria (21), usai ditangkap tim khusus Denitel Kodam II/Sriwijaya di Serang, Banten, Kamis (13/6/2019) malam.

Cinta kasih Prada Deri, berbuah maut, rajutan asmara yang telah dibina sejak duduk di bangku SMA dengan kekasihnya Vera Oktaria, harus berakhir tragis, hingga nekat menghabisi nyawa kasir Indomaret tersebut.

Meski pada saat konferensi pers tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya tertunduk lesuh. Namun saat diperiksa penyidik Pomdam, Prada DP menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada keluarga korban.

”Saya sangat menyesal, dan mohon maaf kepada orangtua Vera Oktaria dan seluruh keluarga saya mohon maaf,” kata Prada DP usai diperiksa Tim Sidik Pomdam II Sriwijaya, sembari terus melontarkan ucapan maaf berulang kali untuk meminta maaf.

Dalam pemeriksaan itu, Prada DP bercerita, cinta berakhir maut ini, bermula terjadi percekcokan antara tersangka dan Vera, dikarenakan Vera menuntut untuk dinikahi, sedangakan tersangka masih dalam ikatan dinas, merasa dimintai terus menikah akhinya Deri membekap Vera hingga tewas.

Kalap melihat pacarnya tewas, tersangka mencari cara untuk menghilangkan jejak, ketemu gergaji dan melakukan mutilasi tangan korban. Selanjutnya korban keluar dari penginapan dan membeli Koper untuk memasukkan mayat korban, disini tersangka tidak tega dan akhirnya memasukkan korban dalam Springbed.

Keberadaan Prada DP, diketahui melalui komunikasi via telpon dengn bibinya saudari Elsa yang meninggalkan jejak digital. Prada DP ditangkap saat berada di Padepokan Mohiyang  Serang,  Provinsi Banten oleh tim gabungan Inteldam Kodam II/Swj yang dipimpin Mayor Inf Indo Wijaya dan Kapten Inf Rizal Rolip dengan 3 orang anggota Serma Muhlisin, Serka Indarwadi, Serka Kemas Darojat dan Denpom II/Swj .

Lihat Juga :  Terlalu Ringan, Bola Mitre Sulitkan Penjaga Gawang

Komandan Pomdam II/Sriwijaya Kolonel CPM Donald Siagian mengatakan berdasarkan pemeriksaan Prada DP telah mengakui perbuatannya tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan, kata Donald, DP mengaku menjemput Vera di tempat kerjanya di salah satu minimarket di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang pada 9 Mei 2019. DP Kemudian langsung membawa Vera ke Penginapan Sahabat Mulia di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

“Berdasarkan pengakuan DP, di penginapan itu korban Vera meminta untuk dinikahi karena dia hamil. Di situ DP terkejut, kalut. Gimana mau nikahin, kalau dia saja lagi kabur dari pendidikan,” ujar Donald.

Usai mendapat kabar kehamilan tersebut, DP mengatakan, ia dan Vera pun bersitegang hingga ia mencekik kekasihnya itu sampai tewas. Setelah Vera tak bernyawa, Prada DP sempat keluar kamar penginapan untuk merokok.

Saat di luar kamar, Prada DP melihat gergaji di dalam gudang.
Gergaji itu lantas dipakai DP untuk melakukan mutilasi jasad Vera yang dimulai dari lengan kanan korban, tapi berhenti. DP lalu menyembunyikan jasad Vera di bawah ranjang lalu melarikan diri.

“Saat memotong tangan itu dia sadar karena masih sayang, tidak jadi untuk terus memutilasi. Nanti akan kita periksa lebih lanjut dan rekonstruksi untuk mengetahui kronologis lengkapnya,” ujar Donald.

Donald menerangkan, Prada DP baru saja menyelesaikan pendidikan pembentukan selama 5 bulan, serta sedang menjalani pendidikan kejuruan tamtama infanteri selama 1 bulan sebelum disersi.

Kini atas perbuatan pidananya, Donald menyatakan Prada DP bisa terancam sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Lihat Juga :  Ini Eksekutor 'Set Piece' SFC Pilihan Kas Hartadi

“Kalau ada unsur perencanaan akan kita kenakan 340 KUHP ancaman bisa seumur hidup atau hukuman mati. Kalau awalnya menganiaya yang menyebabkan korban terbunuh, dikenakan pasal 351 KUHP. Tapi karena yang bersangkutan anggota militer tentu akan ada pertimbangan yang memberatkan,” ujar Donald.

Prada DP Dipecat dari TNI

Kodam II Sriwijaya memastikan tersangka Prada Deri Pramana  dipecat dari kesatuan TNI AD, hal ini diungkapkan Kolonel Inf Djohan Darmawan usai konferensi pers di Pomdam II Sriwijaya Jalan Merdeka Palembang.

“Kita pastikan Prada DP Dipecat dari kesatuan TNI AD, ini telah membuat institusi kita tercoreng, kasus ini akan kita percepat proses penyelidik dan penuntutannya,” ujar Djohan.

“Prada DP sudah mengakui perbuatannya membunuh Vera itu. Dipecat itu sudah pasti. Kita mendidik prajurit dengan baik, bukan untuk melakukan hal kejam seperti pembunuhan seperti ini itu,” tambah dia.

Secepat mungkin akan diproses, dan akan disidang pengadilan militer, penyidik Pomdam II Sriwijaya akan bekerja secepatnya.

“Selain dipecat Prada DP juga akan dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku, dalam persoalan ini kita sangat serius, terbukti pelakunya kita hadirikan di konferensi pers ini, ” kata Djohan.

Untuk lebih jelas masalah tuntutannya pihaknya menyerahkan sepenuh kepada penyidik Pomdam II Sriwijaya, untuk prajurit TNI siapapun yang melanggar atau melakukan tindak pidana akan diberikan sanksi yang tegas.

“Dari pemeriksaan awal dapat diketahui Prada DP merasa didesak terus untuk segera menikahi pacarnya saudari Vera, itu alasannya akhirnya menghabisi pacarnya tersebut, ” tutur Djohan.

Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close