PALEMBANG

Ini Pengakuan Prada DP Tega Memutilasi Vera Oktaria Kasir Indomaret Palembang

SIBERNAS.com, Palembang – Kapendam II Sriwijaya gelar konferensi pers penangkapan terhadap Prada DP yang terduga pelaku pembuhuhan dan mutilasi era Oktaria alias Fera kasir Indomaret Palembang yang dipimpin oleh Kol Inf Djohan Darmawan.

Berdasarkan pengakuan dari Prada DP, Kolonel Dhohan mengungkapkan motif Prada DP membunuh kekasihnya.

Menurut pengakuan Prada DP, korban meminta dinikahi.

“Vera Oktaria minta dinikahi Deri Pramana sampai gelap mata bunuh kekasihnya bahkan dimutilasi. Sempat juga diduga berhuhubungan badan sebelum dibunuh,” ujar Kapendam di sela waktunya usai rilis kasus pembunuhan tersebut.

“Setelah dibekap meninggal, setelah tahu meninggal dia (Deri) cari alat berupaya untuk hilangkan jejak jasad korban,” katanya.

Prada DP lalu menemukan gergaji dan berupaya untuk mutilasi. Diketahui dari penyidikan sebelumnya, Prada DP menaruh jenazah di dalam spring bed penginapan.

Prada DP juga sempat membuat pemantik dari korek api dan racun nyamuk bakar dengan tujuan membakar jenazah.

Prada DP kemudian ditangkap di Serang, Banten di sebuah Padepokan.

“Namun saat ditangkap, haji Syar’i menyampaikan tidak tahu kalau yang bersangkutan ialah oknum yang dicari petugas Kodam II/Swj,” terang Kapendam

Selama tanggal 10 Mei, Prada DP berada di padepokan sampai ditangkap kemarin dan dibawa dari Banten kemudian diseberangkan ke Palembang.

“Tepat pukul 04:47 tiba di pomdam II/Swj, yang berangkutan menyesali perbuatannya, dalam hal ini dia sampaikan ingin menyerahkan diri tapi takut hingga akhirnya tertangkap,” kata Kapendam.

Lihat Juga :  Utang Pemprov Tersisa Rp34 Miliar, Pemkot Minta Dilunasi Tahun Ini

Kronologi Penangkapan

Prada Deri Permana berhasil diamankan Den Intel Kodam II Sriwijaya dan Denpom II/4 di padepokan Monghiang yang dipimpin Abuya Haji Sar’i di Serang Banten, Kamis (13/6/2019).

Hal ini terungkap pada rilis yang digelar di Mako Pomdam II Sriwijaya jalan Merdeka, Jumat (14/6/2019).

“Yang bersangkutan, pada tanggal 8 Mei meninggalkan penginapan Sahabat Mulia Sungai Lilin dan langsung menuju Lampung dengan menggunakan bus. Namun di tengah perjalanan dia sempat berbincang dengan penumpang di sebelahnya dan mengatakan kalau ingin mempelajari agama lebih mendalam,” ucap Kapendam II Sriwijaya Kol Inf Djohan Darmawan, didampingi Danpomdam Kol CPM Donald Siagian dan Asintel Kasdam II Sriwijaya Kol Inf Safta F

Lanjutnya, orang tersebut lantas mengarahkan Deri untuk pergi ke padepokan Monghiang di Serang Banten. Sesampainya di padepokan, kehadiran Deri langsung disambut baik oleh Abuya Haji Sar’i sebagai pemimpin padepokan.

“Pemimpin padepokan tersebut tidak tahu kalau orang itu selama ini kita cari-cari,” ucapnya.

Terhitung sejak kasus ini terjadi, pihak Kodam II Sriwijaya terus melakukan pengejaran.

Termasuk dengan mengumpulkan informasi dari keluarga Vera dan Deri.

“Kita tracking dan akhirnya kita mendapat informasi bahwa Deri ada komunikasi dengan bibinya. Inilah yang menjadi awal mengungkap kasus ini. Kami terus berupaya melakukan penangkapan terhadap saudara Deri berkat upaya dari petugas dari kodam II Sriwijaya,” tuturnya.

Saat diamankan, sama sekali tidak ada perlawanan dari Deri.

“Atas perintah Pangdam, Deri segera kita bawa ke Palembang untuk segera diproses,”ujarnya.

Lihat Juga :  Pengelola Pasar Cinde Pastikan Akhir Tahun Pedagang Bisa Tempati kios Baru

Untuk sementara, Deri ditahan di sel Mako Pomdam II Sriwijaya jalan Merdeka.

Sebelumnya,  Prada DP Terduga pelaku pembunuhan Vera Oktaria berhasil ditangkap kamis kemarin (13/6/2019).

Prada DP Ditangkap saat bersembunyi dikawasan provinsi banten tepatnya di kota Serang. Kini Prada DP sudah diamankan di Denpom SWJ Palembang guna menjalani pemeriksaan.

Prada DP sendiri sempat dimunculkan sebelum akhirnya dibawa masuk kembali. Tampak penampilan wajah Prada DP Terduga pembunuhan Vera Oktaria terlihat segar dan bugar.

Sebelumnya. Pembunuhan keji yang terjadi kepada Vera Oktaria menimbulkan luka yang mendalam bagi Tini Ibunda Vera.

Bagaimana tidak anak yang dikasihinya selama ini telah meninggal secara mengenaskan. Terduga pelakunya tak lain adalah kekasih korban sendiri Prada DP yang dipacari sejak lama.

Tini Ibunda Vera tidak terima atas perlakuan tersangka yang dengan teganya menghabisi nyawa anaknya tersebut.

“Saya menginginkan tersangka dihukum setimpal dengan perbuatannya, minimal nyawa dibalas nyawa,” ujarnya. Dikutip dari tribunsumsel.com

Apalagi dia sudah tega membunuh anak saya tanpa ampun, dan tekstruktur seperti itu.

“Memang sangat sadis cara dia membunuh anak saya ditambah lagi dia melarikan diri membuat keluarga geram,” ungkap Tini.

Tetapi keluarga mempercayakan semuanya dengan pihak yang berwajib.

“Insya allah kami percayakan dengan pihak berwajib apapun hukuman yang pantas diterima Prada DP,” kata Tini.

Editor :  Handoko Suprianto

 

 

 

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close