BERITA UTAMASUMSEL

Digrebek Petugas, Pasangan Mesum Mengaku Akan Menikah Setelah Lebaran

SIBERNAS.com, KAYUAGUNG-Petugas Sat Pol PP Kabupaten OKI bersinergi dengan Kodim 0402/OKI, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) OKI, dan Dinas Sosial (Dinsos) OKI, menggelar operasi gabungan penertiban di sejumlah warung remang di kawasan Jalan Lintas Timur (jalintim), Sabtu (25/5/2019) malam.

Sejumlah toko, karaoke, wrung remang-remang atau kafe, terutama di kawasan Kecamatan Teluk Gelam, dirazia karena tetap beroperasi selama bulan Ramadhan.

Tempat tersebut kerapkali menjual minumam keras (Miras) serta cenderung dijadikan lokasi berbuat mesum pasangan bukan suami istri, dan diduga sebagai lokasi peredaran Narkoba.

Saat petugas merangsek ke sebuah Losmen di kawasan Desa Mulyaguna, Teluk Gelam, mendapati pasangan bukan suami istri berada dalam satu kamar. Pasangan mesum itu adalah
Mia (32), Warga Kota Palembang dan Agus (32), Warga Desa Pedamaran 1, Kecamatan Pedamaran, OKI.

Keduanya dipergoki dalam kamar 04B di losmen tersebut. Saat diinterogasi petugas, keduanya mengaku tak lama lagi akan menikah sesudah lebaran. Meski begitu, mereka tetap digiring petugas keluar dan dibawa ke kantor Sat Pol PP untuk dimintai keterangan.

Lihat Juga :  Prediksi Pertandingan : Jangan Sampai Malu Dua Kali

Tak hanya di losmen tersebut, di sebuah warung remang-remang milik Murniarti (54), yang berada di kawasan Bunut Teluk Gelam, juga didapati seorang wanita bernama Yeni (32), Warga Palembang, yang tengah asyik duduk di teras warung seakan sedang menunggu konsumen.

Setelah test urine, Meski tak terbukti pengguna Narkoba, namun karena diduga Penjajah Seks Komersil (PSK), Yeni yang sempat menangis sejadi- jadinya di hadapan petugas, akhirnya dengan didampingi pemilik warung, Murniarti, juga dibawa ke Kantor Sat Pol PP OKI untuk dimintai keterangan.

Di warung milik Murniarti, petugas gabungan juga menyita 6 botol miras terdiri dari 2 botol merek viqour, 1 botol bir merek Anker 1 dan 3 botol bir merek Guiness. Selain itu, petugas juga menyita 12 botol bir merek Anker dan 21 botol bir merek Guiness dari toko Bik Iya di Pasar Bunut Teluk Gelam, serta 20 botol miras dari Kafe Dalom di Desa Mulyaguna, Teluk Gelam.

Lihat Juga :  Enam Pemerintahan di Sumsel Terindikasi Menyebabkan Kerugian Negara

Sertu Hendri didampingi Sertu Jumhadi, Anggota Kodim 0402/OKI Koramil 402-10 Kayuagung mengatakan, operasi gabungan penertiban peredaran miras, karaoke, warung remang, toko dan penginapan ini, tujuannya tidak lain untuk memberikan efek jera kepada pelanggar yang tidak mematuhi imbauan.

“Sebelumnya sudah diberikan imbauan dan peringatan agar tak beroperasi serta menjual miras selama bulan suci Ramadhan. Jadi kami bersinergi untuk melakukan penertiban. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan yang lain dapat mematuhi apa yang telah disampaikan,”ujarnya singkat.

Kasat Pol PP dan Damkar OKI Aleksander melalui Kabid Penegakan Perda Syawal Harahap menjelaskan, sebelumnya sudah diberikan imbauan dan peringatan agar tidak beroperasi dan menjual miras selama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

“Selain 20 orang personil Anggota Satpol PP OKI, kita juga dibantu 10 orang personil dari BNNK OKI, 5 orang dari Dinas Sosial, dan 2 orang Anggota Kodim 0402/OKI. Kita melakukan sinergi penertiban ke sejumlah lokasi yang menjadi target operasi kita,” ujar Syawal.

Reporter : Amrina
Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close