SUMSEL

272 Peserta Bidiksiba Ikut Tes Akademik dan Psikotes

SIBERNAS.com, TANJUNGENIM-Sebanyak 272 peserta mengikuti tes potensi akademik yang diselenggarakan kampus Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri). Rinciannya, 78 peserta berasal dari Polsri, sementara 94 peserta berasal dari Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Peserta berasal dari masyarakat di sekitar operasional PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pertambangan Tanjungenim (UPTE), Unit Tarahan Lampung, unit kerja Pranap Kabupaten Indragiri Hulu Riau, dan Unit Kertapati Palembang.

Tes Potensi Akademik (TPA) diselenggarakann selama 2 hari, yakni Sabtu dan Minggu kemarin. Tempat penyelenggaraan tes dilaksanakan di SMK Bukti Asam (SMKBA) Tanjungenim. Para peserta mengikuti tes ini difasilitasi oleh pihak kampus Polsri dan Poltek Malang.

Tampak hadir mewakili manajemen PT Bukit Asam Yusril Alamsyah, selaku Ketua Bidiksiba tahun 2019. Kemudian, perwakilan kampus Ponsel Palembang Drs Zakarian, MPd, dan perwakilan Poltek Negeri Malang Joko Santoso.

Ketua Bidiksiba Yusril Alamsyah menjelaskan, proses panjang seleksi penerima beasiswa pendidikan ini dilaksanakan tim dari CSR PTBA. Mulai dari rekrutmen melibatkan pemerintah desa di 5 kecamatan yang ada di Kabupaten Muaraenim dan Lahat.

Kemudian, mulai tahun ini juga pihak perusahaan menambah peserta dari daerah lain, di antaranya Kertapati Palembang, Tambahan Lampung, Sawah Lunto Sumbar dan Parani Indra Giri Provinsi Riau.

“Awalnya ada 286 berkas masuk, kemudian tim melakukan seleksi yang lolos untuk mengikuti tes sebanyak 272 peserta,” kata Yusril, Minggu (26/5/2019).

Kegiatan tes dilaksanakan selama dua hari oleh tim masing-masing perguruan tinggi. Sebanyak 178 peserta tes masuk Politeknik Negeri Sriwijaya, dan 94 peserta tes masuk Politeknik Negeri Malang. Tes itu terdiri dari seleksi potensi akademik dan psikotes.

“Peserta tes berasal dari Pranap ada 4 orang, Sawah Lunto 12 orang, Tarahan Lampung ada 14 orang, Kertapati ada 12 orang. Sisanya berasal dari UPTE sebanyak 230 orang. Sedangkan total yang akan diambil menerima beasiswa program Bidiksiba sebanyak 50 orang, komposisinya 25 orang masuk Polsri dan 25 orang masuk Polinema,” imbuh Yusril.

Kemudian, selain beasiswa untuk pendidikan, PT Bukit Asam dalam program ini juga memberikan bantuan biaya operasional, berupa uang saku, pemondokan, transportasi, uang buku, laptop, dan biaya hingga selesai menempuh pendidikan.

Tujuan perusahaan memberikan beasiswa ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat miskin yang ada di sekitar operasional perusahaan melalui peningkatan kualitas SDM. Sehingga diharapkan mampu mengangkat derajat keluarga, menjadi motivasi generasi pemuda yang ada di desanya.

Lihat Juga :  Pemkab OKI-PLN, Kejar Target Desa Berlistrik

“Ini adalah tahun ketujuh program beasiswa Bidiksiba dari PTBA sejak dimulai tahun 2010 lalu. Alhamdulillah, sampai sekarang kuantitasnya terus bertambah, sesuai dengan kemampuan perusahaan. Untuk angkatan tahun 2019 ini biaya untuk program bidiksiba mencapai 5,4 miliar rupiah,” terang Yusril.

Sementara itu, Melda salah satu peserta dari SMK Bukit Asam mengaku, program Bidiksiba PT Bukit Asam ini bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat tidak mampu secara ekonomi, namun dia mempunyai potensi akademik yang bagus. Katanya, masih banyak masyarakat di luar sana yang ingin mendapatkan beasiswa namun jumlah penerimaan masih terbatas.

“Saya adalah salah satu peserta program Beasiswa Bidiksiba masuk Ponsel Palembang, yang sangat berharap bisa masuk di jurusan yang sudah saya pilih. Dan saya berharap kepada PTBA ke depan jumlah penerima beasiswa dapat ditambah kuotanya dari tahun ini. Mudah-mudahan perusahaan ini dapat terus berkembang dan terus peduli dengan masyarakat sekitarnya,” kata Melda.

Reporter : Eko
Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.