NASIONAL

Ditanya Kapan Anaknya Menikah, Pria ini Tebas Tetangga Hingga Tewas

SIBERNAS.com, Sulawesi Utara – AM alias Aswin (52) menghabisi teman sekampungnya karena jengkel saat ditanya kapan anaknya akan menikah. Aswin menebas temannya Ari Kongingi (47) menggunakan parang, Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 wita,

Peristiwa itu berawal saat tersangka Aswin pergi ke rumah korban Ari Kongingi di lingkungan I Kelurahan Wawali, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minasahasa Selatan, Sulawesi Utara, Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 wita.

Tersangka datang untuk membeli minuman keras cap tikus. Saat transaksi jual beli, tersangka dan korban sempat berbincang dengan akrab. Namun, suasana berubah saat korban bertanya kepada tersangka soal pernikahan anak tersangka.

“Kapan anakmu akan menikah?” tanya Ari Kongingi kepada Aswin.

Pasalnya, pacar anak Aswin sudah hamil. Ditanya seperti itu, tersangka pun naik pitam. Ia meminta korban Ari tak mencampuri urusan pribadi keluarganya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” ujar tersangka.

Tersangka Aswin langsung kembali ke rumahnya. Namun, kemungkinan korban Ari tersinggung atas ungkapan Aswin yang meminta dia tidak mencampuri urusan pribadinya.

Lihat Juga :  57 Petugas KPPS Pemilu 2024 Meninggal Dunia, Ini Sebaran Wilayahnya..!

Ari berjalan membuntuti tersangka dari belakang. Pertengkaran berlanjut hingga tersangka masuk ke dalam rumah.

“Apa maksudmu mengatakan agar saya tidak mencampuri urusanmu?” tanya korban Ari kepada tersangka.

Mendengar ucapan korban itu, tersangka langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil parang. Saat Aswin akan menebas korban, Rudy Wahongan, Kepala Lingkungan II Kecamatan Ratahan, sempat berupaya melerai.

Namun, Aswin yang sudah gelap mata tak terbendung. Tebasan parang tersebut mengenai kepala korban bagian kiri.

Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan peristiwa berdarah itu terjadi di jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa  Selatan, Sulawesi Utara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

Lihat Juga :  Heboh Temuan Surat Suara Pemilu 2024 Bergambar Logo PKI di Semarang, Polisi Selidiki Pelakunya..!

Info di lapangan menyebutkan, tersangka sempat melarikan diri setelah menebas kepala korban. Warga setempat langsung melarikan korban ke ke Puskesmas Ratahan.

Luka robek dan pendarahan parah di kepala membuat dokter puskesmas merujuk Ari ke RSUD Noongan Langoan. Namun, nyawa Ari Kongingi tak tertolong. “Korban meninggal dunia pada Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny. Dikutip dari tribunnrws.com (20/5)

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya,” ujar kapolsek.

Tersangka, kata kapolsek, akan dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat hingga membuat orang lain tewas. Hasil penyidikan Polsek Ratahan menyebutkan, kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban jiwa ini dipicu ketersinggungan atau sakit hati tersangka atas ucapan korban.

“Tersangka sudah diamankan di Mapolsek Ratahan,” katanya.

Editor : Handoko Suprianto

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.