BERITA UTAMASUMSEL

Kehadiran Pihak Ketiga, Penyebab 592 Pasangan di OKI & OI Bercerai

SIBERNAS.com, KAYUAGUNG-Sejak awal tahun 2019 hingga awal Mei,  angka perceraian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terhitung cukup tinggi. Pengadilan Agama Kayuagung Kelas IB, dalam periode itu mencatat, angkanya mencapai 592 perkara.

Kepala Pengadilan Agama Kayuagung Kelas IB melalui Humas Muhammad Syarif  menjelaskan, dari jumlah tersebut 458 perkara cerai gugat dan 134 cerai talak.

“Cerai Gugat memang lebih tinggi dibandingkan dengan cerai talak. Total 592 perkara perceraian. Usia perceraian relatif muda mulai 20-40 tahun,” katanya, sembari mengatakan yang sudah ada putusan cukup banyak mencapai ratusan perkara.

Perkara perceraian yang dicatat ini merupakan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Penyebaran dari beberapa Kecamatan. Misalnya di OKI, dari Kecamatan Kayuagung, Lempuing, Lempuing Jaya dan Mesuji. Untuk Kab OI, seperti Tanjung Raja, Sungai Pinang dan Indralaya.

Lihat Juga :  Sirvi Hukum Kelengahan Pemain SFC di Menit Krusial

Sebagai pembanding di tahun 2018 cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 1000 lebih. Tahun 2018 tercatat 822 cerai gugat dan 315 cerai talak.

“Penyebaran wilayah masih sama,” ucapnya.

Disinggung apa penyebab perceraian, kata Muhammad Syarif, perceraian ini disebabkan beberapa alasan masalah. Terlihat dari fakta persidangan alasan karena masalah ekonomi, Narkoba dan yang mendominan menjadi alasan perceraian dikarenakan oleh kehadiran pihak ketiga.

“Jika dilihat dari trennya, kasus perceraian disebabkan oleh kehadiran pihak ketiga,” katanya.

Editor : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close