BERITA UTAMALIFESTYLE
Trending

Ayo Hijrah, Tinggalkan Budaya Pacaran!

SIBERNAS.com,-BEBERAPA pekan terakhir, publik di Sumatera Selatan (Sumsel) dihebohkan dengan kasus tewasnya seorang gadis cantik bernama Vera Oktaria.

Wanita yang bekerja sebagai kasir Indomaret yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, menjadi korban pembunuhan secara sadis dengan kondisi tangan putus di Penginapan Sahabat Mulya, Jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (10/5/2019).

Gadis yang baru berusia 21 tahun itu, diduga dibunuh dengan cara dimutilasi oleh sang kekasih bernama Deri Pramana, seorang Prajurit Dua (Prada) siswa Tamtama Infantri Rindam II/Baturaja yang saat ini menempuh pendidikan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi terhadap pihak keluarga, Vera Oktaria meminta putus dari Prada Deri Pramana, namun diduga sang kekasih tidak menerimanya. Dari situlah, pelaku langsung mengeksekusi korban di dalam kamar penginapan.

Benang merah dari kasus ini bermula dari hubungan asmara, yang biasa disebut pacaran. Sudah banyak kasus yang awalnya dari pacaran menjurus kepada tindakan kekerasan, hingga pembunuhan. Padahal agama Islam, tidak mengenal istilah pacaran dan tidak ada kebaikan yang bisa didapat dalam aktivitas pacaran.

Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana cara menyalurkan cinta dan juga bagaimana batas pergaulan antara dua insan manusia yang berlawanan jenis sebelum menikah, agar semuanya tetap berada dalam koridor etika dan norma yang sesuai dengan Syariat Islam.

Terkait hal ini, redaksi SIBERNAS.com berbincang dengan seorang pendakwah sekaligus Direktur Internusa Sumatera Selatan Andi Ahmad Zikrillah. Dia mengaku selama berdakwah, banyak sekali ditemukan hal-hal negatif yang dialami pasangan kekasih selama pacaran. Makanya, dia mengajak generasi muda untuk meninggalkan budaya pacaran dan kembali hijrah dalam ajaran Islam.

Lihat Juga :  Feby Deru Puas dengan Penampilan Batik Durian Lubuk Linggau di Peragaan Busana Pameran Kriyanusa 2019

“Tentu sebagai manusia sangat prihatin dengan musibah menimpa saudari kita Vera Oktaria. Selaku sesama hamba Allah SWT hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT ampunkan semua dosa-dosanya selama hidup di dunia, dan jadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya generasi muda yang menghalalkan aktivitas pacaran. Saya sarankan jika kita menginginkan kebaikan dan berkah, maka jangan pacaran, tempuh dengan cara-cara yang baik dan bisa menghadirkan ridho dari Allah SWT,” kata Andi Ahmad Zikrillah.

Menurut dia, pada dasarnya sesuatu yang diawali dengan keburukan atau perbuatan hina akan berpeluang besar berakhir dengan keburukan pula dan kehinaan yang nyata. Dan sungguh tidak ada aktivitas yang terjadi dalam pacaran yang bisa menghadirkan berkah-Nya Allah SWT, karena semuanya mendekati perbuatan zina dan akhirnya zina yang nyata.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan orangtua jauh dari nilai-nilai dan ajaran agama itu sendiri, dan terpengaruh dengan budaya-budaya barat. Termasuk pengaruh negatif dari tontononan televisi, semakin hari semakin menghawatirkan dan cenderung menjerumuskan generasi muda Islam khususnya

“Solusinya adalah kembali pada agama Islam sebagai pedoman hidup manusia. kalau saja seorang hamba sibuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam segenap aktivitasnya, maka niscaya tak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan yang nyata di negeri ini. Di sisi lain jika ada seorang hamba benar-benar siap nikah maka dianjurkan bersegeralah, tentu dengan cara cara yang baik dan tidak menyalahi aturan agama. Dalam hal ini bisa ditempuh dengan cara proses Taaruf (perkenalan mendalam dengan tujuan menikah),” jelas pria kelahiran Banyuasin, 9 September 1985.

Lihat Juga :  Prediksi Pertandingan : Saatnya Balas Kekalahan

Lalu, seperti apa cara Taaruf yang benar? Andi menjelaskan, cara Taaruf yang benar yakni sebuah proses perkenalan antara seorang wanita dengan laki-laki dengan didampingi oleh seseorang yang paham agama, bisa orangtua, ustaz atau sahabat. Taaruf dalam perspektif pernikahan adalah sebuah proses perkenalan antara laki-laki dan wanita dengan tujuan menikah

“Selama saya berdakwah, sangat banyak sekali kasus yang terjadi yang bermula dari pacaran, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga kalangan umum. Hingga saat ini saya pun menangani lebih dari ratusan kasus terkait dengan pacaran bahkan banyak yang sudah hamil di luar nikah. Imbauan saya untuk generasi muda Islam khususnya adalah, ayo hijrah, kembali pada ajaran Islam yang pasti akan membawa kebaikan dalam kehidupan kita semuanya. Dan percayalah bahwa tak ada kebaikan yang bisa didapat dalam aktivitas pacaran,” pungkas penulis buku Melukis Cinta Meraih Bahagia itu.

Ya, sesungguhnya kebaikan itu datangnya dari sisi Allah SWT, dan keburukan itu datangnya dari kita sendiri. Maka dari itu, selamat memperjuangkan cinta yang di-ridhoi oleh Allah SWT. Semoga kita bahagia dan membuat hidup semakin berkah. Yuk, kita tinggalkan budaya pacaran, dan kembali kepada Syariat Islam.

Penulis : Zahid Blandino

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close