LIFESTYLE

Cara Pintar Atur Uang Agar tak Boros Saat Ramadhan Walau Banyak Acara Bukber

SIBERNAS.com – Bulan Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk setiap Muslim belajar menahan diri dari segala kebutuhan harian yang berlebihan. Momen ini pun bisa menjadi langkah untuk belajar menghemat pengeluaran karena banyak hal yang terpotong, seperti biaya makanan.

Perencana keuangan Melvin Mumpuni menjelaskan waktu makan memang terpotong dengan melaksanakan puasa namun bukan berarti pengeluaran untuk makan berkurang. Ketika Ramadhan, banyak Muslim yang memilih buka bersama (bukber) di luar rumah sehingga bisa membebani anggaran harian.

“Memang makannya berkurang, tapi pas buka puasanya bisa jadi khilaf. Makannya makin banyak atau makan buat buka bersamanya makin banyak,” kata Melvin.

Jika dalam bulan-bulan biasa orang menargetkan makan di luar sebanyak tiga atau empat kali sebulan, saat Ramadhan intensitas itu bertambah. Apalagi ketika ditambah dengan godaan penawaran potongan harga di pusat perbelanjaan selama Ramadhan.

Nah, supaya kamu bisa tetap menjaga tali silaturahim tanpa harus tekor di bulan puasa, ikutin deh 6 cara di bawah ini.

1. Atur batas pengeluaran untuk setiap acara buka bersama

Cara pertama supaya gak boros adalah kamu harus memberi batas pengeluaran untuk setiap acara buka bersama. Untuk memutuskan berapa biayanya, kamu bisa hitung dulu keuangan harianmu dengan kira-kira jumlah jadwal bukber yang kamu punya.

2. Biaya buka puasa harian gak boleh lebih dari biasanya

Supaya bisa tetap hemat selama puasa, selain membatasi pengeluaran saat ikut bukber kamu pun harus membatasi pengeluaran saat buka puasa sehari-hari. Pastikan kalau biaya buka puasa harian kamu tidak lebih besar dibanding uang harian sebelum puasa. Karena biasanya di waktunya berbuka puasa kita malah jadi lebih boros karena banyak yang dibeli.

Lihat Juga :  Ayo Hijrah, Tinggalkan Budaya Pacaran!

Misal, biasanya kamu perlu menghabiskan uang Rp 30 ribu untuk biaya makan sehari-hari. Berarti saat memasuki bulan puasa kamu pun cukup mengeluarkan maksimal uang Rp 30 ribu untuk buka puasa. Sementara kalau hari Sabtu atau Minggu bisa buka puasa di rumah. Jadi, kamu gak akan boros di bulan puasa.

3. Sisihkan 20% uang gaji untuk tambahan THR

Perlu diingat kalau pengeluaran kamu akan jauh lebih besar di hari Lebaran. Nah, buat mengantisipasi hal itu, kamu perlu menyisihkan setidaknya 20% gaji sebagai tambahan uang tunjangan hari raya (THR) kamu sendiri.

Misal, kamu sekarang mendapat upah UMP Jakarta sekitar Rp 3,8 juta. Berarti kamu perlu menyisihkan 20%, yaitu Rp 760 ribu. Lumayan, kan, buat tambahan THR?

Walaupun kamu sudah akan dapat THR 1 kali gaji, tapi kamu tetap perlu menyisihkan 20% gaji sebagai uang simpanan. Tapi, buat kamu yang belum dapat THR 1 kali gaji, cara ini perlu kamu lakukan, ya!

4. Bawa bekal takjil dari rumah

Tanpa kita sadari, sebenarnya yang membuat pengeluaran lebih besar saat puasa adalah membeli takjil ketika berbuka puasa. Karena saat puasa kita merasa lapar dan haus sekali, jadi waktu belanja takjil suka khilaf, sampai-sampai harus mengeluarkan uang ekstra untuk beli makanan utamanya. Itu pun kadang takjilnya tidak habis semua. Jadinya sudah boros, mubazir juga, kan?

Buat menyiasatinya, kamu bisa membawa takjil sendiri dari rumah. Caranya? Kamu bisa bikin es buah atau kue basah sendiri, terus simpan di kulkas. Waktu ke kantor pun kamu bisa titip takjil kamu di kulkas kantor. Dan saat waktunya buka puasa, kamu tinggal ambil deh takjil di kulkas kantor untuk kamu makan. Hemat, kan?

Lihat Juga :  ini Saran Dokter Bagi yang Suka Cubit-cubit Pipi Bayi

5. Bikin acara di rumah

Kalau mau bikin acara bukber yang hemat dan tetap bisa meriah, gak ada salahnya kamu minta untuk mengadakan di rumah salah seorang kerabat yang bersedia. Dengan mengadakan di rumah, biasanya persiapan akan lebih hemat karena kamu cukup patungan untuk membeli bahan baku dan masak bersama. Jadi gak perlu pesan makan dari luar.

Selain itu rasa kebersamaannya pasti lebih besar karena sebelum acara bukber kalian saling bantu untuk bersih-bersih, belanja bahan baku, memasak, dan mempersiapkan acara. Dan saat acara bukber selesai, kalian juga akan beres-beres bersama.

6. Pilih-pilih acara buka bersama

Nah, cara terakhir tapi gak kalah penting ini harus kamu jalankan. Yap! Tidak semua undangan bukber harus kamu terima. Karena selain bisa membuat boros, terlalu banyak acara bukber juga bisa bikin kualitas ibadah berkurang. Kamu bisa melewatkan banyak waktu untuk solat tarawih dan mengaji.

Jadi, gak ada salahnya kamu memilah-milah mana acara bukber yang perlu diikuti dan yang enggak. Kamu bisa lebih prioritaskan untuk bukber dengan teman-teman yang memang sudah lama tidak bertemu. Jadi kalau buat yang sudah sering bertemu, gak perlu bikin acara bukber. Cukup kumpul bareng aja sehabis tarawih.

Memang sudah seharusnya di bulan puasa ini kita tetap hidup hemat, bukan malah jadi boros. Karena inti dari puasa sendiri adalah menahan hawa nafsu. So, kalau pengeluaran jadi membengkak di bulan puasa, berarti kita belum benar-benar bisa menjalankan inti dari ibadah puasa itu sendiri.

Dengan bisa menghemat, kita juga akan bisa menghilangkan stigma yang menyebut kalau bulan puasa itu bikin kita lebih boros. Padahal, yang bikin boros bukan bulan puasanya, tapi kita sebagai manusia yang tidak pintar menahan hawa napsu.

Editor : Handoko Suprianto

 

Tags

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close