NASIONALPOLITIK

Suara Prabowo-Sandi Hilang di Sumbar, BPN Tuding Situng KPU Menyesatkan

SIBERNAS.COM SUMBAR — Juru bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Jumat (3/5/19) mengatakan bahwa data hasil pleno tiga KPU kabupaten dan kota di Sumatera Barat berbeda dengan data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. Oleh karena itu, Situng lebih baik dihentikan daripada KPU memberikan informasi tidak valid dan menyesatkan bagi masyarakat.

“ Tiga kota dan kabupaten tersebut adalah Sijunjung, Padang Panjang dan Sawahlunto. Kami menduga, kesalahan entri data di Situng KPU RI bukan lagi karena human error, tetapi karena memang ada masalah besar. Kok bisa, dari hasil pleno tiga KPU kabupaten dan kota di Sumbar, semuanya berbeda jauh dengan hasil Situng KPU. Malahan Situng merugikan pasangan Prabowo-Sandi,” kata Andre seperti dikutip dari kompas.com

Lihat Juga :  Siapa Hairul Anas Suaidi, Pencipta 'Robot' Pantau Kecurangan Situng KPU?

Menurut Andre, hasil pleno KPU Sijunjung, Prabowo-Sandi mendapatkan 110.012 suara, sementara di Situng hanya 108.859. Padahal, suara yang masuk di Situng sudah 100 persen. Perbedaan tersebut, menurut caleg DPR RI yang mewakili Dapil Sumbar itu, menghilangkan 2.847 suara Prabowo-Sandi di Situng. Sementara itu, di Padang Panjang, hasil pleno menetapkan bahwa Prabowo-Sandi mendapatkan 27.645 suara, sementara di Situng hanya 27.447 suara, berbeda 198 suara.

“Dari pada meresahkan masyarakat, kami minta Situng ini tidak usah dilanjutkan. Apalagi ini bukan kali pertama terjadi, bahkan hampir di semua wilayah seperti itu. Mari kita tunggu saja hasil pleno KPU,Situng memang seharusnya segera di hentikan, ” pintanya .

Karena kesalahan Situng yang cenderung disengaja, Andre menduga, ada indikasi Situng dibuat untuk menaikkan suara salah satu paslon dan menurunkan paslon lainnya.

Lihat Juga :  Bawaslu Menyatakan KPU Langgar Administrasi Penyelenggara Quick Count

“Situng yang dibuat KPU datanya tidak valid. Ini tentu meresahkan dan menambah kecurigaan masyarakat. Apa benar Situng ini gunanya untuk menaikkan suara salah satu paslon ?” tutur Andre seraya menyebut bahwa hasil Pleno KPU di Sawahlunto menetapkan pasangan Prabowo-Sandi menang dengan 31.341 suara, sementara di Situng yang sudah 100 persen . Sementara Pasangan capres Jokowi-Maaruf mendapatkan 7.077 suara berdasarkan hasil pleno, namun di Situng tertulis 7.091 suara. Untuk Padang Panjang, hasil pleno KPU setempat, Prabowo-Sandi mendapatkan 27.645 suara dan di Situng 27.447. Kemudian Jokowi-Maaruf Amin mendapatkan 3.993 di pleno dan di Situng tertulis 3.976 suara. Pleno KPU Padang Panjang sendiri sudah dilaksanakan pada 27 April 2019 lalu, namun data di Situng belum juga diperbaiki.

Editor : Jemmy Saputera

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close