BERITA UTAMA

Volodymyr Zelensky, Pelawak yang Kalahkan Petahana di Pilpres Ukraina

SIBERNAS.COM UKRAINAI – Tak sepanas di Indonesia, perebutan kursi Presiden Ukraina justru berjalan lancar. Bahkan yang sempat mengagetkan warga duni adalah sosok Pelawak Volodymyr Zelensky  yang berhasil memperoleh lebih dari 70% suara mengalahkan rivalnya yang tak lain sang petahana Petro Poroshenko dalam Pemilihan Umum (Pemilu ) beberapa waktu lalu.

Zelensky yang merupakan Presiden terpilih mengakui bahwa, dia sama sekali tidak memiliki pengalaman berpolitik. Satu hal yang pernah ia lakukan dan mendekati politik adalah ketika dirinya berperan sebagai seorang presiden dalam sebuah serial televisi berjudul “Servant of the Pople.”

Kini, dia benar-benar mengambil alih kepemimpinan negara berpenduduk 45 juta jiwa itu secara nyata.

“Saya tidak akan pernah mengecewakan kalian. Kita berhasil meraih 73 persen suara dari hasil rekapitulasi 85 persen suara nasional, ” kata Zelensky kepada para pendukung di markas kampanyenya seperti dikutip AFP, Minggu (21/4/19)

Lihat Juga :  Harnojoyo Tunda Kenaikan Tarif PDAM Tirta Musi

“Saya bisa memberi tahu semua negara bekas Uni Soviet, ‘Lihat kami! Semua hal itu mungkin!'”

Zelenksy akan menghadapi tantangan dalam memimpin Ukraina untuk setidaknya lima tahun ke depan. Ukraina merupakan negara yang cukup bergantung pada bantuan internasional, terutama dalam menghadapi kelompok separatis pro-Rusia

Ia tentunya harus bersiap menghadapi tekanan Presiden Rusia Vladimir Putin hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara Eropa Timur itu. Selain itu, Ukraina juga memiliki nilai utang yang cukup besar.

Zelensky tidak memiliki program ekonomi yang cukup jelas dan kuat meski salah satu timnya merupakan mantan menteri keuangan era Poroshenko, Oleksandr Danylyuk.

Diketahui sebelumnya, selama masa kampanye, kubu Poroshenko senantiasa meragukan kompetensi dan kapabilitas Zelensky: “Apa jadinya jika seorang pelawak memimpin perang?”

Itu olok-olok yang cukup berdasar. Ukraina berada dalam situasi siaga secara konstan terkait ancaman Rusia, terutama setelah pencaplokan Crimea pada 2014 dan insiden penangkapan tiga kapal milik angkatan laut Ukraina pada November 2018.

Lihat Juga :  Harnojoyo Tunda Kenaikan Tarif PDAM Tirta Musi

Barat dan Kiev menuduh Rusia sebagai pemicu dan penyokong konflik separatis di kawasan timur Ukraina, yang telah menewaskan lebih dari 13 ribu orang. Namun, Moskow melihat peluang meredakan tensi seiring kemenangan Zelensky.

“Munculnya pemimpin baru membuka kesempatan untuk memperbaiki relasi kedua negara,” kata Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev di Facebook, Senin (22/4). “Apa syaratnya? Kejujuran, juga pendekatan pragmatis dan bertanggung jawab.”

Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil Pilpres Ukraina atau peluang berbaikan dengan sesama pecahan Uni Soviet ini. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebutnya terlalu dini.

“Terlalu dini bagi Presiden Vladimir Putin untuk mengucapkan selamat kepada Mr Zelensky, atau tentang kemungkinan bekerja sama. Itu hanya bisa terjadi jika didukung tindakan nyata,” tegas Peskov.

Editor : Jemmy Saputera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us