PALEMBANG

Sering Kecelakaan Di Sungai Musi, Dishub Sumsel : Kita Perketat Izinnya !

SIBERNAS.COM  PALEMBANG – Direktorat Polair Polda Sumsel yang menyebut bahwa, sejak awal tahun 2019, setidaknya sudah ada tiga kecelakaan kapal di perairan Sungai Musi yang menyebabkan korban jiwa. Menindaklanjuti peristiwa kecelakaan  tersebut , Dinas Perhubungan Sumatera Selatan (Sumsel)  segera mengevaluasi perizinan yang dikeluarkan untuk operasional kapal penumpang di perairan Sungai Musi.

Sadirman  Kepala Bidang Pelayaran Dishub Sumsel yang dibincangi belum lama ini mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang izin operasional kapal yang saat ini  banyak tidak sesuai standar.

“Kami akan perketat perizinannya jangan sampai kapal yang baru tidak sesuai ukurannya. Perizinan  ini mutlak, mereka harus mempunyai surat ukur kapal. Izin ini semula dikeluarkan hanya satu kali tanpa harus diperpanjang. Kedepan, izin ini harus diperpanjang setiap satu tahun sekali. Artinya, setiap tahun kapal yang beroperasi ini dapat dipantau kondisinya,” tegasnya seraya menambahkan jika selama ini banyak dari pemilik kapal yang telah memiliki izin, kemudian memodifikasi dan diubah ukurannya menjadi tidak sesuai dengan semula.

” Ini lah salah satu penyebab kecelakaan tersebut terjadi selain karena faktor alam. Kedepan kami harap agar dengan upaya memperketat izin  ini bisa menekan angka kecelakaan kapal yang melintas di perairan Sungai Musi,” ungkapnya.

Menanggapi  hal itu, Eko Priyadi salah seorang penumpang kapal sangat menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, hal ini memang perlu sebagai peringatan bagi pemilik kapal agar memperhatikan keselamatan diri dan juga penumpang.

“ kan selama ini kebanyakan dari mereka itu hanya menghitung laba saja. Oleh karena itu, banyak kapal yang di modifikasi supaya muatannya banyak. Padahal itu sangat merugikan, ya orang lain dan juga para pemilik kapal lainnya. Penumpang menjadi takut karenanya,” tutupnya.

Editor : Jemmy Saputera

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close