EKONOMI

Ini Penjelasan Lion Air Terkait Tiket Pesawat Masih Mahal

SIBERNAS.com – Kisruh harga tiket pesawat yang di nilai masih kemahalan walupun sudah terbit aturan baru dari kemenhub terkait tarif tiket pesawat yang di berlakukan pada 29 maret  2019 lalu .

Harga tiket Lion Air untuk jadwal penerbangan Rabu (3/4) jurusan Banjarmasin-Surabaya misalnya, masih dipatok Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Apalagi tujuan Bali, harganya mencapai Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta.

Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Kalsel Siti Aisyah mengatakan, harga tiket Lion Air di Kalsel masih tinggi lantaran belum diturunkan oleh pihak maskapai. Dia menambahkan, jika proses penurunan harga selesai, maka harga tiket Lion Air bakal turun antara 35 sampai 50 persen. “Penurunan tergantung rute penerbangannya,” tambahnya.

Lihat Juga :  Perjalanan 13 Tahun Rima Alir Tirta merintis Alir Tirta Batik

Sebelumnya, dalam press rilis Lion Air Group pada 29 Maret 2019, Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, penurunan harga jual tiket merupakan kesungguhan Lion Air Group untuk menjawab tantangan. Serta peluang dinamika bisnis atau pasar traveling.

“Keputusan ini juga untuk mengakomodir permintaan jasa penerbangan yang sejalan meningkatkan aktivitas penerbangan,” jelasnya. dilansir dari rmolsumsel.com

Sementara itu, Area Manager Lion Air Banjarmasin Agung Purnama menyampaikan, tiket masih mahal dikarenakan proses penurunan harga dilakukan secara bertahap. “Ini masih proses penurunan, sehingga tiket masih ada yang harga lama,” paparnya.

Dia menambahkan, jika proses penurunan harga selesai, maka harga tiket Lion Air bakal turun antara 35 sampai 50 persen. “Penurunan tergantung rute penerbangannya,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam press rilis Lion Air Group pada 29 Maret 2019, Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, penurunan harga jual tiket merupakan kesungguhan Lion Air Group untuk menjawab tantangan. Serta peluang dinamika bisnis atau pasar traveling.

 

Editor : Handoko Suprianto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.