BERITA UTAMASUMSEL

Agustus Puncak Kemarau, Pemkab OKI Mulai Siaga Kebakaran Hutan

SIBERNAS.com, KAYUAGUNG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab), bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan perusahaan yang berdomisili di OKI menggelar rapat koordinasi khusus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) tahun 2019 di Kantor Bupati OKI, Kamis (4/4/2019).

Koordinasi dilakukan sebagai langkah antisipasi pencegahan dan pengendalian dini bahaya kebakaran hutan, kebun dan lahan menjadi prioritas di Kabupaten OKI.

Sekda OKI Husin, SPd, MM, menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel, selama bulan April intensitas hujan diperkirakan akan menurun dan diprediksi awal musim kemarau dimulai pada minggu terakhir Mei hingga Oktober 2019, dengan puncak kemarau pada Bulan Agustus 2019.

Untuk itu, dia menginstruksikan para camat dan forkompincam di lapangan dan perusahaan  wajib antisipasi dan mendukung penanggulangan Karhutlah dengan segera melakukan revitalisasi kelompok masyarakat peduli api beserta posko-poskonya, membuat sekat kanal, sumur bor dan memenuhi sarana prasarana (Sarpras) Karhutlah.

Lihat Juga :  Merasa Dizalimi, Mantan Cawako Palembang Ngadu ke Jokowi

“Segera ditetapkan status siaga darurat, mengaktifkan  posko-posko siaga, inventarisir kelompok peduli api, masyarakat peduli api serta kita himbau masyarakat waspada Karhutbunlah. Fokus kita adalah pencegahan,” ungkap Sekda Husin.

Plt Kepala BPBD OKI Listiadi Martin dalam laporannya menyebutkan, jumlah lahan yang terbakar di OKI di tiga tahun terkahir antara lain sebanyak pada 213 hektar pada tahun 2016 , 2017 sebanyak 179 hektar dan 2018 sebanyak 864 hektar.

“Dari data yang kami miliki tingkat kerawanan bencana Karhutbunlah di OKI antara lain, kondisi sangat rawan sebanyak 554.179 hektar dan Rawan sebanyak 603.175 hektar. Kondisi rawan tersebut tambahnya tersebar di 63 desa di Kabupaten OKI,” jelasnya.

“Kita sudah memiliki peta rawan bencana, maka belajar dari tahun-tahun lalu kegiatan tahun ini kita fokuskan pada wilayah rawan dan sangat rawan melalui upaya preventif,” pungkasnya.

Lihat Juga :  Ferdy Sambo Perintahkan Menembak Brigadir J

Sementara itu, Kabag Ops Polres OKI Kompol Yudha Widyatama Nugraha meminta fokus penggendalian Karhutbunlah diutamakan pada wilayah rawan dan sangat rawan serta optimalisasi pencegahan melalui mitigasi.

Berdasarkan pantauan tahun 2018 menurut dia sebanyak 257 fire spot yang dominan berada pada  empat kecamatan rawan Karhutbunlah antara lain Pangkalanlampam, Cengal, Sungai Menang dan Tulung  Selapan.

“Kita fokus di wilayah yang rawan. Belajar dari tahun sebelumnya, perlu penajaman pembuatan posko. Posko yang dibuat jangan terlalu jauh dengan fire spot,” ujarnya.

“Selain upaya itu, sinergitas semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Upaya pencegahan dan pengendalian di lapangan seringkali terkendala dengan sulitnya akses yang sulit dijangkau, terbatasnya sumber air, terbatasnya kemampuan pemadaman di malam hari dan masih adanya kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Tetapi kita secara tupoksi harus besinergi menanggulangi Karhutbunlah,” pungkasnya.

Editor : Zahid Blandino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us