SUMSEL

Waspada! Hujan Disertai Angin Kencang di Sumsel

SIBERNAS.com, Palembang –  Warga Kota Palembang dan Sumsel diimbau waspada potensi angin ribut atau kencang disertai hujan deras hingga beberapa hari kedepan. Senin (25/3) sore angin kencang telah merusak sejumlah fasilitas umum serta menumbangkan sejumlah pohon.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun BMKG SMB II Palembang Bambang Benny Setiadji menjelaskan, penyebab dari angin ribut yang menghantam Palembang, Senin (25/3) sore kemarin adalah akibat posisi Matahari di atas ekuator/ khatulistiwa menyebabkan temperatur udara cenderung lebih panas dari biasanya dari pagi hingga menjelang siang hari.

“Kondisi Sumatera Selatan pada 26 Maret 2019 saat ini 3 hingga 5 hari ke depan akan terjadi hujan deras disertai angin ribut, hal ini merupakan indikasi musim transisi,” kata Benny ketika dikonfirmasi, Selasa (26/3/2019).

Benny menuturkan, pasokan uap air dari laut Cina Selatan yang melimpah seiring masih aktifnya angin muson baratan mengakibat potensi hujan pada sore hari hingga malam hari semakin tinggi, tentu saja dapat diikuti angin kencang seiring perbedaan tekanan permukan yang tinggi akibat kenaikan suhu signifikan pada pagi menjelang siangnya.

Lihat Juga :  Covid19, Masker di Empat Lawang Mulai Langka

Respon terhadap kenaikan suhu antara permukaan yang tertutup (aspal, semen, dsb) dan permukaan yang terbuka (tanah, rawa, gambut, dsb) yang berbeda inilah yg memicu perbedaan tekanan permukaan.

“Kondisi ini diperburuk dengan gangguan Badai Tropis Veronica pusat-pusat tekanan rendah di Samudera Hindia selatan Jawa yang mengakibatnya terjadinya konvergensi (pertemuan massa udara) yang sarat uap air di wilayah Sumatera Selatan yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan (konvektif),” sambungnya.

Seiring kadar air tanah yang jenuh dikarenakan musim hujan mengakibatkan potensi genangan hingga banjir akan semakin tinggi dan untuk daerah dataran tinggi berpotensi pergeseran tanah/ longsor.

“Potensi terjadi angin ribut ini merata di seluruh Wilayah Sumsel, Suhu/Temperatur yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II masih dalam kisaran normal 23-34 Derajat Celcius sedangkan Kelembaban 54-98 Persen. Namun demikian, warga tetap dihimbau untuk melakukan aktifitas seperti biasanya,” ungkapnya.  Dilansir dari globalplanet.news(26/3/2019)

Lihat Juga :  Sumsel Mendapat kuota 83.159 Kartu Pra kerja, Segera Mendaftar

Fenomena yang terjadi disebut Equinox yang terjadi setiap tanggal 21 Maret dan 23 September adalah fenomena normal dan biasa terjadi, yang definisinya dimana lama (panjang waktu) malam hari dan siang hari sama. Hal ini dikarenakan posisi matahari tepat di atas ekuator/khatulistiwa, ciri yang lain adalah tepat jam 12 siang bayangan badan tepat di bawah kaki kita. Kondisi ini tentu saja membuat temperatur menjadi terasa lebih gerah (panas).

 

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close