NASIONAL

Walapun Menulis Mengunakan Kaki, Michael Owen Meraih Juara Satu Lomba IPA OSN

SIBERNAS.com, Sumaba Timur Tidak semua kekurangan, seperti kekurangan fisik atau disabilitas, menjadi alasan untuk tidak berprestasi. Contohnya Owen, siswa kelas V SD Inpres Kamalaputi, Kabupaten Sumba Timur.

Walaupun tangannya memiliki kekurangan, sampai menulispun harus pakai kaki, ia memiliki banyak prestasi. Baru-baru ini, Owen juara satu bidang IPA se-Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada lomba OSN tingkat Kecamatan Kota Waingapu.

Michael Owen Hotalelu Hamataku atau biasa dipanggil Owen lahir di keluarga yang sederhana sebagai anak sulung. Ayahnya bekerja sebagai supir truk dan ibunya adalah ibu rumah tangga.

Ibunda Michael Owen Hotalelu Hamataku menerima hadiah juara yang diraih anaknya saat lomba OSN di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, belum lama ini
Yusuf Waluwanja, saat menyerahkan piala juara satu IPA pada Lomba OSN tingkat kecamatan Waingapu, 4 Maret 2019. Nampak Owen didampingi ibunya, Jeni Humba Tumar  (ISTIMEWA)

Dari lahir sampai usia 4 tahun, Owen tidak bisa berjalan dengan baik. Ia hanya bisa berpindah tempat dengan ngesot. Kakinya tidak cukup kuat untuk membuatnya tegak berdiri, apalagi jalan kaki.

Seiring berjalannya waktu, walau tertatih-tatih dan mudah lelah, Owen bisa berjalan tegak yaitu saat sekolah TK pada usia 5 tahun.

Owen sebagai penyandang disabilitas memiliki tangan dan lengan kanan dan kiri yang kecil. Kekurangan fisik ini membuatnya tidak bisa beraktivitas dengan normal. Untuk mengganti tangannya, ia berlatih menggunakan kakinya. Misalnya untuk menulis, main game, wa, SMS dan lain-lain.

Namun menulis pakai kaki bukanlah pekerjaan mudah. Owen sering mengeluh ngilu kalau terlalu banyak menulis.

Michael Owen Hotalelu Hamataku didampingi ibunya serta para peserta juara lainnya foto bersama setelah menerima hadiah juara lomba OSN tingkat Kecamatan Kota Waingapu, di Kabupaten Sumba Timur, belum lama ini.
Owen bersama ibunya beserta peserta lain yang mendapatkan piala untuk beberapa mata pelajaran yang diperlombakan pada Olimpiade Sain Nasional. (ISTIMEWA)

Untuk aktivitas mandi, gosok gigi dan BAB, ibunya yang penuh perhatian tetap membantunya. Kalau di sekolah, ia sering dibantu oleh teman-temannya atau gurunya. Terkadang ia pulang ke rumah yang dekat sekolah. Kurang lebih 100 meter.

Karena kekurangan fisiknya, saat duduk di kelas rendah, Owen sering mendapatkan bully dari teman-temannya. Mereka sering mengolok-oloknya. Sesekali ia pulang ke rumah menangis. Namun ibunya yang perhatian tetap mendorongnya untuk mau sekolah.

Walaupun mendapatkan perlakuan tidak wajar seperti itu, orang tua Owen tidak mau menyekolahkan anaknya di sekolah khusus di (SLB). Mereka takut malah membuatnya rendah diri.

“Saya ingin anak saya mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum. Dia harus merasa sama dengan yang lain dan percaya diri,” ujar ibu Owen, Jeni Humba Tamar, yang melihat banyak kelebihan pada anaknya.

Saat ada lomba OSN atau Olimpiade Sains Nasional tingkat Kecamatan Kota Waingapu awal bulan Maret ini, ia dipilih sekolah untuk mewakili lomba pada mata pelajaran IPA.

Kepercayaan yang diberikan sekolah tidak sia-sia. Ia meraih juara 1 tingkat kecamatan.

“Bagi saya ini sangat luar biasa. Menjadi contoh bagi kita semua bahwa tak ada alasan kita tidak berprestasi,” ujar Dorkas Kondanamu, Kepala Sekolah SD Inpres Kamalaputi yang berharap Owen mendapat juara nanti di tingkat kabupaten.

Kegiatan lomba-lomba OSN tingkat Kecamatan Kota Waingapu berlangsung tanggal awal Maret 2019 di SD Inpres Waingapu 1. Untuk menjawab soal-soal OSN, panitia menyediakan meja khusus untuk Owen menulis, karena ia menulis menggunakan kaki di atas meja kecil.

Sebagai penghargaan atas juara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur, Yusuf Waluwanja memberikan hadiah langsung berupa piala, sertifikat serta hadiah hiburan dan uang transport kepada para pemenang lomba, termasuk juga Owen.

sumber : pos-kupang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us