PALEMBANG

62 Warga Palembang Menjadi Korban Penipuan Arisan Online, Bandar Pamer Foto Emas

SIBERNAS.com, Palembang – Aksi penipuan dengan modus arisan online menipu 62 orang di Palembang. Puluhan  ibu rumah tangga (IRT) kemudian  IRT  yang tersebut membuat laporan penipuan arisan online ini ke polresta palembang  Minggu (10/3/2019).

Kepada petugas, Deby (33 tahun) warga jalan Naskah Kecamatan Sukarami Palembang ini melaporkan bandar arisan online SA (30 tahun), warga Tangga Buntung Palembang.

Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah kerugian total dari 62 korban tersebut sebanyak Rp 1 miliar.

“Kalau saya nyetor ke dia itu setiap 10 hari. sekali kita menyetorkan Rp 700 ribu dan saya ikut mulai Januari 2019 lalu,” ungkapnya.

Namun sejak awal mengikuti arisan online ini, hingga saat ini Deby tidak pernah merasakan uang arisan tersebut.

“Harusnya tanggal 7 Maret tadi saya narik, tapi sampai sekarang saya belum merasaka arisannya,” katanya.

Bahkan, salah satu korban lainnya ada yang narik arisan namun hanya menerima 20 persen dari uang yang seharunya diterima.

“Kan harusnya teman saya ini dapatnya Rp 5 juta, tapi dia nerima cuma Rp 1 juta, alasannya karena yang lain ada nunggak gak bayar jadi uangnya belum terkumpul,” ungkapnya

Lihat Juga :  Banyak Instansi di Palembang Tidak Pasang Bendera Merah Putih

“Tapi anehnya di sosial media dia posting berada di hotel dan pamer emas, nah disitu kemungkinan uangnya dia pakai untuk beli emas hal ini saya lihat distatusnya,” tambahnya.

Beberapa korban sudah pernah ke rumah SA namun kondisi rumah dalam keadaan sepi dak pintu rumah dalam keadaan terkunci.

Salah satu warga sekitar yang hampir jadi korban ikut arisan online karena  belum membayaran  untuk pertama  kalinya,   dia sempat  di datangi pelaku untuk mengambil  uang arisan karena sudah jatu tempo,  namun  berselang 2 hari  kemudian ada kabar bandar arisan online kabur.

“Nah pas Jumat, ada teman saya melihat dia bersama suaminya di kawasan km 14 naik motor, boncengan tapi saya tidak tahu ke mana,” ujarnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Ka SPK AKP Herry membenarkan, adanya laporan korban.

“Benar sekitar belasan orang telah datang atas laporan penipuan arisan online, tapi alat bukti laporan yang mereka bawa belum lengkap dan masih akan melengkapi bukti laporan terlebih dahulu,” urainya.

Lihat Juga :  Andika Tinjau Latma Garuda Shield -16/2022 di Bandara SMB II Palembang

Masuk Radar OJK

Meski bukan termasuk investasi, arisan online juga masuk dalam radar OJK Sumsel.Alasannya banyak korban dari perkara ini.

Banyak bandar arisan online yang menipu hingga memakan korban dan berhasil menghimpun dana puluhan hingga ratusan juta.OJK Sumsel menyarakan untuk tak mengikutinya.

Kepala OJK KR 7 Wilayah Sumbagsel Panca Hadi Suryatno pernah diwawancarai Tribunsumsel.com beberapa waktu lalu mengatakan, hakekatnya arisan dilakukan di darat

Bertemu langsung sekaligus silaturahmi dan juga dilakukan oleh kelompok yang sudah saling kenal. Nah kalau arisan online jelas saja sudah beda tujuannya.

Online, tidak kenal, kalaupun sudah kenal di darat juga tidak semua anggotanya kenal jadi juga bersiko adanya unsur penipuan.

“Sudah kenal di darat saja tetap tinggi resiko bandar membawa lari uang arisan

Apalagi kalau bandarnya tidak kenal sama sekali semakin besar peluang uang yang disetor dibawa lari,” kata Kepala OJK KR 7 Wilayah Sumbagsel, Panca Hadi Suryatno.

 

Editor : handoko

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Contact Us